Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Wow, Tunisia Segera Legalkan Bitcoin

Tunisia akan segera legalkan Bitcoin. Demikian pernyataan menteri keuangan negara itu menyusul hukuman pidana terhadap seorang remaja yang melakukan transaksi memakai Bitcoin, 12 Juni 2021.

Hal ini menambah berita positif dalam 2 minggu terakhir. Sebelumnya El Salvador melegalkan Bitcoin sebagai alat tukar.

India menyusul, dengan mencabut larangan penggunaan Bitcoin Cs plus pengakuan kripto layer satu itu sebagai aset berharga digital, seperti Indonesia.

Ali Kooli menyampaikan pernyataan itu pada sebuah wawancara televisi, menyusul penahanan seorang anak remaja yang melakukan transaksi Bitcoin untuk membeli software video game.

Penangkapan anak berumur 17 tahun itu mendapat kecaman keras dari komunitas pengguna kripto di negara itu.

Gubernur Bank Sentral Tunisia, Marouane el Abassi, memperkuat pernyataan Ali.

“Kami akan membuat keputusan strategis dan akan memfasilitasi ekosistem inovasi keuangan di Tunisa,” ungkapnya.

Potensi ‘Arab Spring’ Bitcoin

Tunisia berada di benua Afrika bagian Utara, sering disebut Eropa Selatan, bersama Libya dan Alzazair.

Negara-negara ini berbagi perairan Laut Tengah bersama Eropa, juga hanya sepelemparan batu dari Spanyol Selatan atau Palermo Italia.

Pada musim dingin, warga Eropa biasanya menghabiskan liburannya di negara negara tetangga yang lebih hangat ini.

Satu dekade lalu negara negara ini mengalami peristiwa pergolakan politik yang dikenal sebagai Arab spring.

Implikasinya ekonomi negara-negara ini rubuh dan belum pulih higga saat ini.

Negara penghasil kurma yang berpenduduk 12 juta jiwa ini dipastikan akan memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan harga Bitcoin.

Alasannya, transaksi berbentuk kripto dari zona Euro akan meningkat pesat di negara wisata kelas dunia ini.

Seperti Arab spring yang cepat menular pada tahun 2000-an, penggunaan Bitcoin sepertinya akan bernasib serupa, dengan syarat ekonomi Tunisia bangkit lebih cepat setelah mengakui Kripto.

Negara tetangga seperti Maroko, Libya, Alzazair, Turki dan negara-negara selatan Eropah lainnya tidak akan membiarkan Tunisia bangkit sendirian.

Masih terkait ekonomi politik kripto, tahun 2019, tiga negara yang mendapat sanksi dari Amerika telah resmi menggunakan Bitcoin sebagai transaksi antar negara, yakni Iran, Turki, dan Venezuela.

Dengan demikian, mereka tidak membutuhkan dolar lagi ketika melakukan perdagangan internasional tiga negara.

Dengan skenario itu, maka Bitcoin akan segera mendapatkan rekognisi masif, yang akan berdampak peningkatan harga akibat permintaan tinggi terhadap aset digital teramat langka ini.

Tidak ada salahnya menyisihkan sebagian tabungan, sembari menunggu ketika seluruh dunia akhirnya tunduk, angkat bendera putih, dan memakai teknologi uang masa depan ini. [ps]

Protected with blockchain timestamps

Panda Siagianhttps://www.hariankripto.id/
Menekuni dunia blockchain dan kripto sejak 2017. Tertarik mendorong penggunaan bockchain untuk demokrasi, kemanusiaan dan lingkungan hidup. Bisa dihubungi melalui email: harian.kripto.id@gmail.com

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }