Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Tokocrypto Siap Listing IPO Tempo Dua Tahun Lagi

Bursa kripto Indonesia, Tokocrypto memperkirakan, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, bakal melantai di pasar publik.

CEO TokoCrypto Pang Xue Kai mengutarakan, upaya tersebut guna fokus mengembangkan bisnis lebih lanjut di Indonesia.

“Saya mengatakan dua tahun, karena kami harus menguntungkan, setidaknya lebih dari dua tahun sebelum listing. Kami sudah untung sekarang,” kata Kai kepada DealStreetAsia, Rabu (2/6).

Menurut Kai, referensi terdekat pihaknya dalam rencana IPO adalah Coinbase (platform uang kripto) dari Amerika Serikat.

Coinbase melakukan go public melalui proses IPO pada pertengahan April 2021. Dengan begitu, saat ini bursa kripto tersebut resmi terdaftar di bursa saham New York.

Untuk saat ini, kata Kai, pihaknya sedang memantau perkembangan kondisi pasar, meningkatkan skala bisnis, dan membangun tim serta produk.

Tokocrypto lahir dari grup penggemar kripto yang memiliki keyakinan kuat akan contoh dan manfaat teknologi blockchain bagu masyarakat. Tokocrypto juga mendapat dukungan dari perusahaan pertukaran uang kripto Binance dan QCP Capital.

Launching pada tahun 2018, Tokocrypto adalah marketplace kripto pertama yang dalam pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Menurut data Cryptorank, Tokocrypto juga meluncurkan penawaran token melalui Binance, mengumpulkan $7,5 juta melalui penjualan token asli TKO seharga $0,10.

TKO juga termasuk dalam program keuangan desentralisasi (DeFi), seperti TKO Deposit, TKO Sacing dan TKO Cashback. Harapannya, TKO bisa menjadi tulang punggung pasar NFT (TKONFT Arcade), sekaligus gerbang pembayaran antara pencipta kripto dan audiens. TKO NFT Arcade merupakan pasar untuk koleksi digital dan aset kreatif dari seniman baru.

Pemerintah sebelumnya melarang penggunaan kripto sebagai alat pembayaran di Indonesia, tetapi berkembang sebagai bentuk investasi.

Riset BAPPEBTI menunjukkan ada sekitar 4,45 juta investor di Tanah Air, lebih dari dua kali lipat jumlah investor Indonesia yang berinvestasi di saham.

Pada Mei lalu,  pemerintah sedang mempertimbangkan rencana untuk mengenakan pajak atas keuntungan perdagangan crypto dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan di tengah pandemi COVID-19. [ab]

Protected with blockchain timestamps

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }