Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Tiongkok Sangat Dukung Blockchain dan Kripto, Tetapi…

Belum lama ini dikabarkan, Tiongkok sebenarnya adalah negara yang sangat mendukung teknologi blockchain dan juga kripto, namun ada kondisi tertentu yang harus dipenuhi untuk mendapat dukungan dari negeri panda tersebut.

Mengingat pelarangan keras pemerintah mereka terhadap transaksi kripto di perbankan dan juga penambangan kripto baru-baru ini, apakah kabar ini benar-benar nyata?

Tiongkok, Blockchain dan Kripto 

Berdasarkan laporan dari CNBC, Katie Haun, mitra umum Andreessen Horowitz, mengatakan bahwa Tiongkok pada prinsipnya mendukung teknologi blockchain yang efisien dan konteks teknologi keuangan, tapi hanya yang bisa mereka kendalikan sendiri.

Ini serupa dengan tidak bisa diaksesnya Facebook ataupun Google di negeri tirai bambu tersebut, karena pemerintah ingin punya sendiri dan berhasil membuatnya.

Sekadar informasi, rencana lima tahun pemerintah Tiongkok yang disusun awal tahun ini pun untuk pertama kalinya telah menyebutkan blockchain, yang merupakan teknologi buku besar digital terdesentralisasi yang menopang mata uang kripto seperti Bitcoin.

“Cina sebenarnya telah¬†all-in dalam kripto. Jangan salah tentang itu.. meskipun [ada] tindakan keras terbaru mereka terhadap penambangan Bitcoin dan layanan kripto [perbankan],” kata Haun dalam bincang-bincang di Squawk Box CNBC.

Selain itu, Haun pun menegaskan bahwa Presiden Xi Jinping dan pejabat lainnya telah menggunakan merek kripto mereka sendiri, yang merupakan sistem izin tertutup, di mana ini agak bertentangan dengan protokol terbuka dan terdesentralisasi yang ada pada sistem kripto.

Cerminan dari Kekuatan Kripto

Mengenai larangan keras pemerintah baru-baru ini, salah satu anggota dewan Coinbase ini pun berpendapat bahwa pada akhirnya ini akan mencerminkan kekuatan tetap dari kripto terdesentralisasi terbuka seperti Bitcoin karena kita telah melihat ini terjadi sebelumnya.

“Jadi, saya pikir Cina akan menggunakan kripto secara besar-besaran dan ini adalah pembukaan besar bagi masyarakat barat, termasuk AS, untuk bersandar,” kata Haun.

Memang, berkat aksi menyebalkan dari pemerintah Tiongkok ini, para petambang secara terpaksa harus memutuskan untuk berpindah ke negara lain agar dapat melanjutkan bisnis mereka, di mana tujuan utama yang berhasil diketahui adalah negara tetangga Kazakhstan dan juga beberapa negara di Amerika Serikat.

Sepertinya dapat disimpulkan, menurut pandangan Haun, pemerintah Tiongkok sebenarnya hanya ingin keberadaan kripto yang dapat mereka kendalikan. Juga, mereka sepertinya menginginkan kemerataan sehingga ada peluang untuk porsi yang lebih merata di luar Cina, salah satunya AS.

Apakah ini bisa menjadi sentimen yang positif bagi pasar kripto? kita tinggal menunggu saja bagaimana para pelaku industri menyikapi pernyataan dari seorang Katie Haun. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }