Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Taproot di Bitcoin, Buat Apa?

Tanggal 13 Juni 2021 menjadi momen historis bagi Bitcoin. Pasalnya, tanggal itu para penambang Bitcoin di seluruh dunia menyepakati upgrade kode teknologi jaringan Bitcoin, kesepakatan perubahan pertama setelah 4 tahun, yakni Taproot.

Kesepakatan revisi teknologi ini berdampak luas karena akan menjawab masalah klasik ‘nenek moyang’ kripto ini seperti transaksi yang relatif lelet karena butuh persetujuan seluruh jaringan, kegunaannya yang terbatas, hingga tuduhan kontroversial boros energi.

Diskusi menuju kesepakatan ini sudah berlangsung  sejak lama. Tahun 2011, Amir Taaki mengusulkan untuk pertama kalinya perubahan kode kripto ciptaan Satoshi Nakamoto ini, terkenal dengan BIP (Bitcoin Improvement Proposal) 0001.

Proposal lama ini kembali dimatangkan oleh ilmuwan komputer  Grex Maxwell, yang menyebut proposal upgrade protokol usulannya dengan Taproot, pada Agustus 2019.

Perubahan terakhir yang cukup alot terjadi pada tahun 2017, ketika sikap para penambang global terbelah dua terkait revisi teknologi blockchain Bitcoin.

Dari perdebatan panjang itu, lahirlah revisi 2017 yang dikenal sebagai Segwit (Segregated Witness), atau persetujuan terhadap BIP 141.

Segwit memungkinkan persetujuan pembentukan blok baru dengan persetujuan terbatas, yang berimplikasi penghematan energi secara relatif dalam proses transaksi Bitcoin.

Ketidakpuasan banyak pihak menyebabkan para pemangku Bitcoin sepakat dengan revisi teranyar, yakni Taproot

Taproot Buat Apa?

Istilah Taproot, secara etimologi adalah ‘akar tunggang’ yang menggambarkan revisi teknologi Bitcoin menjadi lebih sederhana dan mudah dioperasikan.

Bandingkanlah kesederhanaan akar tunggang seperti akar tanaman wortel, representasi dari Bitcoin baru, versus akar bambu yang ribet, representasi dari Bitcoin lama.

Dalam usulannya, Maxwell menyebutkan revisi Taproot ini meningkatan kapasitas transaksi Bitcoin dengan meringkas proses persetujuan lahirnya suatu blok oleh penambang.

Revisi Taproot atau dikenal sebagai Schnorr signatures berfungsi meningkatkan keringanan beban jaringan, kecepatan transaksi di jaringan Bitcoin, tambahan fungsi smart contract, dan meningkatkan privasi para pemakainya.

Fungsi baru ini menyerupai fungsi yang ada di jaringan blockchain generasi terbaru seperti Ethereum dan Cardano. Hanya smart conract di Bitcoin tidak serumit dan selengkap di dua blockchain itu.

Bitcoin Kembali Bergairah

Meskipun revisi Taproot baru live di jaringan Bitcoin 5 bulan lagi, pengumuman ini membuat pasar kembali bergairah.

Sejak pengumuman, BTC naik signifikan dalam 2 hari terakhir, dari sekitar Rp500 jutaan minggu lalu menjadi Rp550 jutaan tengah hari 14 Juni 2021.

Bagaimana pula jika revisi ini live di jaringan Bitcoin November nanti?

Tentu kenaikan minggu ini multifactor. Secara teknikal dalam time frame harian, pembelian BTC juga terlihat sudah oversold beberapa hari lalu, sehingga secara matematis, permintaan akan kembali meningkat.

Secara politis, berita positif dari El Salvador dan India minggu lalu juga akan mempengaruhi peningkatan harga BTC minggu ini. [ps]

Protected with blockchain timestamps

Panda Siagianhttps://www.hariankripto.id/
Menekuni dunia blockchain dan kripto sejak 2017. Tertarik mendorong penggunaan bockchain untuk demokrasi, kemanusiaan dan lingkungan hidup. Bisa dihubungi melalui email: harian.kripto.id@gmail.com

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }