Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Tambang Bitcoin di Tiongkok Dilarang, Hash Rate-nya Anjlok

Pelarangan penambangan Bitcoin di Tiongkok ternyata masih belum berakhir dan bahkan semakin menjadi-jadi, menyebabkan jatuhnya hash rate yang cukup meresahkan dan menjadi sorotan.

Bagaimana tidak, pemerintah tingkat provinsi di Xinjiang dan Qinghai bergabung dengan Mongolia Dalam dalam melarang penambangan kripto sebagai bentuk keras perlawanan pemerintah Tiongkok terhadap kegiatan ini.

Pelarangan Penambangan Menekan Hash Rate

Dalam sajian berita Forkast, Pemerintah lokal Prefektur Changji di Xinjiang dikabarkan telah menginstruksikan perusahaan penambangan cryptocurrency di daerah Zhundong, untuk menghentikan operasinya. Perusahaan-perusahaan tersebut juga diperintahkan untuk menutup semua aktivitas penambangan mereka pada pukul 2 siang waktu setempat, pada hari Rabu lalu (9/6/2021).

Juga, pemerintah provinsi Qinghai, di barat laut Cina, telah mengeluarkan pemberitahuan pada hari Selasa (8/6/2021), yang menginstruksikan entitas pemerintah daerah untuk menutup kegiatan penambangan kripto di wilayah mereka.

Aksi keras pemerintah ini sontak saja telah membuat jatuh hash rate pada pool penambangan di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dalam 24 jam hingga Kamis malam waktu Hong Kong, pool besar seperti AntPool dan Poolin yang berbasis di Tiongkok mengalami penurunan hash rate masing-masing sebesar 12 persen dan 4 persen. BTC.top, salah satu pool penambangan utama di negara itu pun mencatat penurunan 35,9 persen pada hash rate-nya.

Selain itu, Tiongkok belum lama ini diketahui telah mengambil banyak langkah untuk mengendalikan sektor kripto, yang diketahui telah mengalami peningkatan dalam jumlah kasus penipuan.

Kementerian Keamanan Publik mengatakan, ada lebih dari 1.100 orang yang dicurigai terlibat dengan penipuan terkait dengan mata uang kripto dan kegiatan pencucian uang yang telah ditangkap.

Peluang di Negara Lain

Dalam sebuah wawancara dengan Forkas, salah satu ketua dan pendiri Asosiasi Blockchain Hong Kong, Tony Tong, mengatakan bahwa dirinya akan merekomendasikan agar pihak berwenang Tiongkok “tetap berpikiran lebih terbuka untuk memahami industri ini,” dan memantau kegiatannya daripada hanya mengejar pemain utama.

Menilik aksi keras pemerintah tersebut, Tony pun berpandangan, itu hanya akan menguntungkan negara-negara di mana penambang ini akhirnya berpindah dan meningkatkan pengembangan blockchain di negara-negara itu.

“Langkah Tionglok tidak mengejutkan mengingat sejarah penolakan kripto,” kata Haohan Xu, CEO platform perdagangan kripto Apifiny, dilansir dari Forkas, Kamis (10/6/2021).

CEO Apifiny tersebut pun berpendapat, berita tersebut juga mencerminkan ekspansi penambangan baru-baru ini ke negara lain seperti Amerika Serikat, Rusia, Kazakhstan, dan Malaysia, dan peningkatan throughput penambang yang ada di luar Tiongkok. Beberapa platform perdagangan bahkan mulai menambang Bitcoin untuk membantu meningkatkan likuiditas bagi para pedagang dan mitra pertukaran mereka.

Meskipun salah satu pool penambangan ada yang beralih ke pembangkit listrik tenaga air, tampaknya pelarangan di negeri panda tersebut tidak akan surut, bahkan diprediksi akan semakin melebar dalam skala nasional.

Bitcoin Minggat dari Tiongkok

Secara tidak langsung, ini dapat membuat kita menyimpulkan bahwa dimasa depan, penambangan kemungkinan akan berpusat di negara luar Tiongkok, dimana energi terbarukan kini menjadi harapan para investor, pengamat, dan komunitas untuk kelangsungan hidup penambangan Bitcoin agar tidak menimbulkan masalah lagi dari sisi emisi karbon.

Apakah Tesla nantinya akan kembali menggaet Bitcoin jika sudah terbangun dalam energi terbarukan? Kita tunggu saja. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }