Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Solana Punya Peluang DeFi yang Besar. Pantaskah Dinanti?

Industri keuangan terdesentralisasi (DeFi) masih terus memetik minat yang kuat, sehingga banyak mata tertuju ke Solana.

Kenapa Solana? Itu karena Solana memiliki blockchain yang mampu memproses banyak transaksi sehingga pengembangan platform kontrak pintar DeFi terlihat punya potensi besar di sini.

Solana dan Peluang DeFi 

Tak dapat dipungkiri, Ethereum saat ini masih menjadi pemegang pangsa terbesar untuk proyek DeFi. Hampir sebagian besar platform terkemuka dibangun di atas jaringan Ethereum dan merajai sektor keuangan desentralisasi.

Tetapi, masih ada lubang besar yang menganga di jaringan Ethereum dan itu cukup dapat dimanfaatkan para pesaing.

Biaya penggunaan DeFi di Ethereum sat ini telah merugikan banyak pengguna. Sementara solusi Layer 2 seperti Optimism dan Arbitrum berjanji untuk mengurangi biaya penggunaan jaringan, kemajuannya masih lambat.

Dengan begitu, rantai Layer 1 lainnya seperti Solana terlihat berada di posisi yang lebih baik untuk mengambil sebagian pangsa pasar dari Ethereum.

Diketahui, Solana telah mencentang semua kotak untuk Layer 1 yang berfokus pada DeFi, di masa mendatang.

Pemrosesan blok yang lebih cepat, serta mekanisme Proof-of-History (PoH) mencegah front-running dan skalabilitas node-nya. Itu artinya, jaringan secara teoritis dapat menghindari kemacetan dan menjaga biaya transaksi tetap rendah.

Dari situlah, Solana sedang duduk dengan serius untuk mengembangkan ekosistem DeFi-nya sendiri yang berkembang pesat.

Saat ini, beberapa proyek DeFi sedang berbondong-bondong untuk menjadi DeFi kelas atas di Solana.

Dengan mengidentifikasi proyek potensial, pengguna dapat memperoleh manfaat dari menjadi pengguna awal dan semua keuntungan yang menyertainya, seperti airdrop, penambangan likuiditas dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Bank Terdesentralisasi

Protokol kelas atas di Ethereum, yang biasa disebut dengan “bank terdesentralisasi”, adalah Compound dan Aave.

Sesuai sebutannya, kedua protokol tersebut telah bertindak seperti bank terdesentralisasi. Ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan aset untuk mendapatkan bunga dan menggunakannya sebagai jaminan untuk aset pinjaman.

Yield farming tingkat lanjut sering menggunakan Compound dan Aave sebagai lapisan dasar untuk menumpuk uang dari aset pinjaman untuk menghasilkan yield tambahan dalam berbagai protokol DeFi.

Dan di Solana, ada dua bank terdesentralisasi berpotensi juga yaitu, Port Finance dan Solend.

Keduanya memiliki cara kerja yang sama dengan Compound dan Aave, namun dengan dukungan blockchain Solana yang lebih baik dari sisi pemrosesan dan juga kecepatan.

Secara dasar, Solana punya bekal yang bagus untuk mengungguli Ethereum di masa depan, bahkan Cardano.

Namun tetap saja, para pengembanglah yang akan membuktikan itu semua dengan melihat, blockchain manakah yang lebih menarik minat mereka. Mari kita saksikan. [st]

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }