Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Smart Contract Cardano (ADA) Bisa Diretas?

Smart contract, atau kontrak pintar, dari Cardano yang akan segera datang telah menjadi perhatian utama setelah kita melewati pembaruan London Ethereum.

Melihat banyaknya kasus peretasan yang diakibatkan oleh kontrak pintar yang penuh celah, keamanan dari fitur Cardano ini juga dipertanyakan. Apakah bisa diretas?

Apa Itu Smart Contract?

Sebelumnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu, apa itu smart contract.

Ini adalah kontrak yang dijalankan sendiri dengan ketentuan perjanjian antara satu pihak dengan pihak yang lain, yang langsung ditulis ke dalam baris kode. Kode dan perjanjian yang terkandung di dalamnya ada di seluruh jaringan blockchain terdistribusi dan terdesentralisasi. Kode mengontrol eksekusi dan transaksi dapat dilacak, serta tidak dapat diubah.

Kontrak ini juga akan mengizinkan transaksi dan perjanjian tepercaya untuk dilakukan di antara pihak-pihak yang berbeda dan anonim tanpa memerlukan otoritas pusat, sistem hukum atau mekanisme penegakan eksternal.

Sebagai sebuah kontrak, smart contract bersifat deterministik, transparan, otonom, terdistribusi dan abadi.

Smart contract kali pertama dikenalkan pada tahun 1994 oleh Nick Szabo. Ia memperkenalkan sistem yang memformalisasi dan mengamankan jaringan komputer dengan cara mengombinasikan protokol antarmuka para penggunanya.

Jawaban dari Cardano 

Dan mengenai smart contract Cardano, Charles Hoskinson, CEO dari IOHK, mengatakan bahwa kontrak pintar tidak kebal terhadap potensi peretasan karena “apa pun” yang ditulis dan dibuat dapat dilanggar.

Hoskinson lebih lanjut juga memikirkan konsep “perangkat lunak bersertifikat,” yang secara eksponensial dapat mengurangi kemungkinan peristiwa seperti itu terjadi.

“Jika Anda memiliki spesifikasi dan metodologi serta perangkat pengembangan tertentu, yang dapat Anda lakukan atau yang dapat dilakukan oleh auditor luar adalah membuktikan bahwa implementasi mengikuti spesifikasi tersebut, dan spesifikasi tersebut dapat diuji dengan baik dan dipahami dengan baik…Jika Anda melakukannya, kemungkinan peretasan [akan] turun secara eksponensial,” kata Hoskinson, dilansir dari UToday, Sabtu (14/8/2021).

Hoskinson juga menjelaskan bahwa Cardano dan Plutus, platform kontrak pintar blockchain, dirancang untuk mencapai jaminan tinggi.

Smart Contract dan Kasus Peretasan Poly Network 

Belum lama ini, kasus peretasan terbesar yang pernah ada, yang mengeksploitasi Poly Network pun terjadi karena adanya celah pada kontrak pintarnya.

Karena celah tersebut, protokol multi-chain ini telah kehilangan kripto senilai Rp8,6 triliun. Tentu saja, ini sangat mengguncang industri, terutama ‘mental’ para investornya.

Untung saja, peretas hanyalah bermain-main saja sehingga berniat mengembalikan dana tersebut.

Smart contract adalah jantung dari sebuah sistem, sehingga tingkat celah haruslah dapat diminimalisir, bahkan dihilangkan.

Audit yang kuat dibutuhkan, sehingga segalanya dapat terjamin dengan baik sebelum diluncurkan. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }