Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Singapura Juga Periksa Binance, Parah?

Jika sebelumnya Binance tengah diperiksa oleh Cayman Islands (bagian dari Inggris), kini bursa tersebut juga sedang menghadapi pemeriksaan yang hampir serupa dari Singapura terkait masalah lisensi yang sedang hangat diberitakan.

Singapura dan BinanceĀ 

Belum lama ini, regulator dari negeri singa tersebut diketahui akan menindaklanjuti unit lokal dari Binance Holding Ltd., mengikuti masalah lisensi yang sedang dihadapi oleh pertukaran tersebut di negara-negara lainnya.

“Binance Asia Services Pte. memiliki masa tenggang di mana ia dapat beroperasi di negara-kota sementara Otoritas Moneter Singapura (MAS) meninjau permohonannya untuk lisensi untuk menyediakan layanan token pembayaran digital,” kata regulator Singapura, dilansir dari Bloomberg, Kamis (1/7/2021).

MAS pun mengatakan bahwa ada perusahaan selain Binance yang juga sedang menjalani pemeriksaan serupa dan masih dapat melanjutkan kegiatan mereka.

Dimulai dari pelarangan di Inggris, Binance tampaknya tengah menjadi ‘incaran’ para regulator yang hampir bisa dibilang kompak, dalam menyerang sisi lisensi dari pertukaran yang dipimpin oleh Changpeng Zhao ini.

Diketahui, Binance saat ini sedang mencari lisensi yang akan melegitimasi operasinya di Singapura, bersama dengan perusahaan kripto lainnya termasuk Gemini Trust Co. LLC yang berbasis di New York dan Crypto.com yang berbasis di Hong Kong.

Sekadar informasi, Binance Asia Services adalah badan hukum yang terpisah dan tidak menawarkan produk atau jasa melalui Binance.com atau Binance Market Ltd.

“Entitas [Binance di] Singapura didukung oleh Vertex Ventures Holdings, dan berfokus pada pengembangan ekosistem blockchain lokal dan melayani pengguna di sini,” kata perwakilan Binance.

Standar Kuat dari Regulator

Perwakilan ini pun menambahkan bahwa Binance telah mengambil pendekatan kolaboratif dalam bekerja dengan regulator dan mengambil kewajiban kepatuhan dengan sangat serius.

Selain itu, Binance juga secara aktif mengikuti perubahan kebijakan, aturan, dan undang-undang di ruang baru ini.

Diketahui, MAS kini sedang menerapkan “standar yang kuat” dalam menilai aplikasi, dan mempertimbangkan sejumlah faktor seperti kemampuan pemohon untuk menerapkan tindakan tegas terhadap aliran dana gelap, serta kesesuaian dan kepatutan pemegang saham dan pemegang operasional pertukaran.

Intinya, Binance tidak begitu dalam masalah karena mereka hanya perlu mengikuti standar yang diberikan regulator agar dapat beroperasi dengan lancar dan tanpa hambatan, sehingga menurut kami, ini hanya masalah waktu saja jika pertukaran memang masih ingin berbisnis di Singapura dan sepertinya tidak akan memberi dampak fundamental lebih pada pusat dan juga token aslinya, Binance Coin (BNB). [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }