Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Shiba Inu Di-Burn oleh Vitalik, Apa Maksudnya?

Burn aset kripto Shiba Inu oleh Vitalik sama seperti mekanisme pemusnahan uang fisik. Burn memastikan aset kripto lenyap selamanya.

Lihatlah apa yang Vitalik lakukan terhadap Shiba Inu ini. Dia memusnahkan lebih dari 410 triliun SHIB dari peredarannya. Baca selengkapnya di sini.

Fitur burn adalah salah satu keunggulan dari teknologi blockchain sebagai sistem uang elektronik.

Ia sukses mengimitiasi dunia nyata fisik manusia dalam bentuk digital.

Sistem yang elektronik biasa, yang tidak peer-to-peer seperti blockchain, tidak memiliki fitur itu, sehingga unit nilai aset bisa tak terbatas.

Fitur burn di sistem uang elektronik seperti ini, tentu saja baru kali ini ada sepanjang sejarah.

Ini ada karena sistem kriptografi di blockchain. Secara teknis ia disebut one way mouse trap. Artinya sekali masuk, tidak bisa keluar lagi.

Fitur burn aset kripto meniru pembakaran ataupun pemusnahan uang fisik yang berbahan kertas/katun ataupun logam.

Pemusnahan bermaksud agar jumlah uang yang beredar jauh lebih sedikit daripada sebelumnya.

Cara ini sangat efektif untuk menekan tingkat inflasi, ketika permintaan terhadap aset itu meningkat.

Nah, dalam khasanah keuangan ataupun barang, aset kripto berlaku prinsip demand dan supply, alias permintaan dan penawaran.

Jikalau permintaan lebih tinggi daripada supply (ketersediaan/penawaran) unit nilai aset/uangnya, maka harga asetnya bisa meningkat dan sebaliknya.

Meningkatnya permintaan tentu saja ada faktor persepsi dan psikologis.

Dalam hal burn 410 triliun Shiba Inu (SHIB) oleh Vitalik kemarin misalnya.

Shiba Inu: Persepsi dan Psikologi

Persepsi terhadap peristiwa adalah trader menilai SHIB lebih bernilai daripada sebelumnya. Tak heran setelah Vitalik memusnahkannya, harga SHIB langsung terbang 50 persen. Sekarang harganya dalam rupiah sekitar Rp0,2321.

Selain itu, persepsi terkait berlanjutnya agenda oleh developer Shiba Inu itu sendiri. Misalnya kelak akan meluncurkan Decentralized Exchange (DEX) sendiri, SHIBSwap.

Itu berdampak pada psikologis pasar juga, bahwa developer serius mengurus proyek itu dan memastikan use case SHIB tetap terjaga.

Tambahan lagi, aset kripto lain, saudara SHIB, yakni LEASH akan menjadi bagian terpadu di DEX itu.

Belum lagi menyinggung akan munculnya kripto BONE yang melengkapi ekosistemnya. [nic]

Protected with blockchain timestamps

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }