Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Serangan Ransomware Bisa Ditekan Tanpa Menebas Kripto

Seiring peningkatan minat pada industri kripto, serangan ransomware pun diketahui juga mengalami peningkatan yang menjadi sorotan para ahli untuk menjaga dan mempertahankan pengguna agar tetap aman.

Ransomware Merajalela

Menurut salah satu pendiri dan mantan Chief Technology Officer (CTO) CrowdStrike, Dmitri Alperovitch, melonjaknya serangan ransomware sebenarnya dapat diatasi tanpa harus melakukan larangan langsung kepada kripto.

“Saya setuju bahwa kripto adalah bagian besar dari masalah karena kemampuan untuk menerima pembayaran secara anonim, tetapi saya tidak berpikir kita harus melarangnya.. Maksud saya, jika kita melarang komputer, kita juga akan menyelesaikan masalah, tetapi tidak ada yang menyarankan itu,” kata Dmitri, dilansir dari CNBC, Selasa (29/6/2021).

Menurut Dmitri, serangkaian aturan dapat diterapkan untuk melawan pembayaran tebusan yang dilakukan dalam mata uang digital, seperti Bitcoin.

Menurutnya, peraturan seperti Know-Your-Customer atau KYC, dan juga anti pencucian uang dapat diterapkan guna memastikan bahwa transfer besar dapat dilacak dan para penjahat ini tidak dapat menerimanya secara anonim, sehingga peran aturan seperti ini akan sangat penting untuk diterapkan, alih-alih melarang kripto.

Sekadar informasi, ransomware adalah jenis perangkat perusak yang dirancang untuk menghalangi akses kepada sistem komputer atau data hingga tebusan dibayar. Jenis yang sederhana bekerja dengan mengunci sistem dengan cara yang tidak sulit untuk ditangani oleh orang yang ahli, sedangkan jenis yang lebih canggih akan mengenkripsi berkas sehingga tidak dapat diakses.

Diketahui, serangan ransomware global yang dilaporkan telah meningkat sebesar 485% pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurut perusahaan keamanan siber Rumania Bitdefender.

Selain itu, insiden hebat pada bulan Mei yang melibatkan Colonial Pipeline, di mana perusahaan harus membayar tebusan sebesar US$ 5 juta dalam Bitcoin, telah meningkatkan fokus pada masalah kejahatan siber ini.

Tidak Boleh Menghambat Kripto

Tetap saja, beberapa ahli percaya bahwa membatasi mata uang digital bisa menjadi kunci untuk membatasi serangan ransomware, sementara yang lain berpendapat bahwa transaksi kripto terjadi pada blockchain, sehingga ini seharusnya dapat digunakan untuk melacak pelaku dengan lebih mudah.

Memang, meningkatnya tren kripto telah bergerak beriringan dengan upaya tindak kejahatan, tetapi tentu saja, itu semua pasti dapat dihentikan tanpa harus mengorbankan sesuatu, terutama menghambat kripto itu sendiri, sehingga pandangan Dmitri menurut saya sudah sangat tepat asalkan penerapan aturan telah dilaksanakan dengan baik.

Jika sudah berjalan dengan semestinya, ini tentu akan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi ekosistem industri sehingga tentu bakal menarik minat investor baru ke pasar kripto. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }