Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Sepanjang 2021, DeFi Kehilangan Rp6,8 T Karena Peretasan

Ditengah luapan keuntungan dan perkembangan pesatnya, DeFi rupanya masih belum terhindar dari peretasan yang sangat meresahkan.

Sejak awal tahun ini, DeFi telah kehilangan triliunan rupiah akibat peretasan yang tentu saja tidak dapat diabaikan begitu saja.

Peretasan DeFi Meningkat 

Menurut laporan terbaru dari perusahaan forensik blockchain, CipherTrace, peretasan dan penipuan terkait DeFi selama tujuh bulan pertama tahun ini telah menghilangkan US$474 juta atau sekitar Rp6,8 triliun.

Padahal, tindak kejahatan pada industri kripto secara keseluruhan telah menurun drastis.

CipherTrace mematok jumlahnya pada US$4,5 miliar pada tahun 2019 dan US$1,9 miliar dalam peretasan DeFi. Ini telah menyebabkan kerusakan 270% lebih banyak daripada tahun lalu.

Sekadar informasi, DeFi mengacu pada protokol berbasis blockchain yang memfasilitasi peminjaman uang, bunga, pertukaran aset, dan transaksi keuangan lainnya tanpa adanya perantara.

Dalam sistemnya, DeFi mengandalkan kode yang dikenal sebagai kontrak pintar untuk transaksi otomatis.

Berdasarkan sistem tersebut, pengguna akan dapat memutuskan sendiri tentang apa yang akan mereka lakukan sambil menghindari biaya perantara.

Menurut CipherTrace, sistem tersebut memendam risiko tersendiri. Serangan eksternal telah menghabiskan protokol hingga US$361 juta dalam bentuk token dan koin yang salah.

Kontrak Pintar adalah Masalahnya

Kerentanan pada sistem terbukti dengan meningkatnya serangan pada DeFi, yang tentu saja akan berdampak buruk dalam jangka panjang dari sisi kepercayaan investor.

“Penipuan terkait DeFi menyumbang 54% dari volume penipuan kripto utama, sedangkan tahun lalu penipuan terkait DeFi hanya mencapai 3% dari total tahun ini,” kata CipherTrace, dilansir dari Decrypt, Selasa (10/8/2021).

Menurut perusahaan forensik tersebut, masalah tidak terletak pada platform, melainkan pada tidak diauditnya kontrak pintar yang mengirim pinjaman dan dieksploitasi.

Perusahaan pun merinci 30 serangan yang diketahui sejak awal tahun, termasuk penipuan senilai US$45 juta dari PancakeBunny pada bulan Mei.

Dan dengan kecepatan berkembang DeFi saat ini, kemungkinan daftar serangan akan terus bertambah hingga penghujung 2021.

Memang, masalah utama yang masih sulit dicegah adalah serangan seperti ini. Dana hilang begitu saja dalam jumlah besar, yang bisa saja membuat investor trauma. Ini harus dicegah. [st]

 

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }