Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Senator AS Desak Pemerintah AS Membuat Peraturan Kripto yang Jelas

Senator Demokrat Elizabeth Warren, meminta Menteri Keuangan AS Janet Yellen agar segera membuat peraturan kripto yang lebih jelas, agar tidak mengganggu kestabilan ekonomi Amerika Serikat.

Warren memang terbilang vokal untuk urusan kripto yang kian popular di banyak negara. Warga Amerika Serikat sendiri termasuk yang terbanyak di dunia soal penggunaan, penerapan dan bisnis terkait kripto.

Di senat AS, Warren punya jabatan penting, yakni Ketua Komisi Stabilitas Keuangan. Tugas pokoknya adalah mengawasi hal-hal yang bisa dan berpotensi mengganggu keuangan AS. Tentu saja suara Warren mewakili rakyat yang memilihnya.

Dalam surat resminya kepada Yellen, Warren menyebutkan banyak hal terkait kripto yang dinilai mengguncang sistem ekonomi dan keuangan AS.

Senator AS dan Kripto

Baginya, kripto sudah sangat popular dan sudah merasuk ke bisnis keuangan di Negeri Paman Sam.

“Berdasarkan jajak pendapat belum lama ini, warga Amerika Utara misalnya banyak yang menaruh minat berinvestasi di aset kripto. Hingga tahun 2026 mendatang rata-rata 10,6 persen mereka semakin tertarik membeli kripto. Sementara itu 27 persen perusahaan-perusahaan dan keluarga kaya sejak tahun 2020 sudah berinvestasi di kripto, naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” tulis Warren mengutip sejumlah sumber.

Data itu sangat benar dan tidak terbantahkan. Lihat saja perusahaan publik seperti MicroStrategy dan Tesla membeli Bitcoin dalam jumlah banyak, karena mereka percaya kelas aset baru itu lebih bernilai daripada emas dan dolar AS.

Dia juga menyoroti “merasuknya” stablecoin di sistem keuangan AS. Warren memang tak menyinggung stablecoin mana yang dimaksud. Bahwa stablecoin terbesar saat ini adalah USDT yang dibuat oleh perusahaan swasta, Tether pada tahun 2014.

USDT sangat efektif dalam transaksi bernilai dolar antara negara lewat bursa. USDT pun pada dasarnya adalah dolar digital, yang jauh lebih efisien dan transparan dari sisi transaksi daripada sistem keuangan konvensional.

Hal lainnya, seperti kripto dijadikan alat untuk pencucian uang hasil kejahatan, termasuk maraknya aplikasi DeFi, juga jadi sorotan khususnya.

“DeFi berpotensi menimbulkan risiko keuangan, karena tidak punya alokasi kewajiban, konsentrasi kepemilikan dan tanggung jawab jika ada kerugian,” sebut Warren.

Di sisi ini Warren benar, karena sudah banyak DeFi yang berujung peretasan bernilai triliunan dolar, akibat penggunaan smart contract yang tak benar.

Di AS sendiri kripto dikategorikan sebagai properti alias aset. Ia juga diperkenankan masuk ranah bursa berjangka, yang terbesar oleh CME.

Ada Grayscale yang menjadikan Bitcoin miliknya menjadi instrumen investasi yang menjanjikan.

Bahkan NYIG segera menerapkan pembelian Bitcoin di ratusan bank di AS, karena bank sendiri merasa rugi, duit hanya “numpang lewat” dari dan ke bursa AS, Coinbase.

Jadi, Warren mendesak adanya aturan kripto yang lebih jelas oleh Pemerintah AS, lewat Yellen. Pasalnya kripto, berkat keunggulannya, praktis mengguncang sistem keuangan. Ini kelak akan diterjemahkan lagi oleh sejumlah lembaga di sana, seperti SEC misalnya. [red]

Protected with blockchain timestamps

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }