Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Samsung Berinvestasi di Game Kripto Axie Infinity

Perusahaan smartphone raksasa asal Korea Selatan, Samsung, telah memasuki dunia game berbasis blockchain yang kini sedang naik daun, Axie Infinity.

Padahal, saat ini di Korea Selatan, game dengan elemen blockchain tengah dilarang dirilis.

Samsung Berinvestasi ke Pengembang Axie Infinity 

Samsung Next, anak perusahaan investasi dari raksasa teknologi Samsung, berpartisipasi dalam putaran pendanaan Seri B dari Sky Mavis senilai US$152 juta.

Sekadar informasi, Sky Mavis adalah pengembang game blockchain yang berbasis di Vietnam sekaligus menjadi pengembang permainan Play-to-Earn popular, Axie Infinity.

Samsung sebelumnya telah berinvestasi dalam pengembangan game blockchain termasuk Dapper Labs, pencipta CryptoKitties dan Animoca Brands yang berbasis di Hong Kong.

Investasi dan Pemblokiran Game Blockchain

Profesor Manajemen dan Teknik Industri di Universitas Myongji, Kim Jeong-soo, mengatakan tujuan investasi Samsung hanyalah untuk ROI atau pengembalian investasi yang tinggi.

“Samsung tahu bahwa Axie Infinity adalah game terpanas saat ini, seperti yang terjadi pada CryptoKitties sebelumnya,” kata Jeong-soo, seperti dikutip dari Forkastnews, Selasa (12/10/2021).

“Lebih jauh lagi, hal itu bisa berarti bahwa perusahaan mengakui betapa menonjolnya blockchain dan NFT,” tambah Kim.

Namun, di Korea Selatan, kantor pusat Samsung, game dengan elemen blockchain atau NFT (non-fungible token) diblokir sebagaimana pemberitahuan oleh Game Rating and Administration Committee.

Otoritas negara tersebut mengatakan hadiah acak dalam game yang beberapa di antaranya menjadi NFT dapat mendorong perilaku spekulatif.

Kim percaya pemerintah akan mengurangi pembatasan pada game blockchain di beberapa titik. Hal itu dikarenakan pemerintah sangat fokus pada pengembangan metaverse, topik kepemilikan dan transfer nilai dalam aset virtual yang dimungkinkan akan dibahas lebih positif.

“Jadi setiap perkembangan dari diskusi itu dapat mengirimkan sinyal positif ke situasi yang kita lihat dengan game blockchain,” ujarnya.

Perhatian pada Prilaku Spekulatif

Di sisi lain, industri game, tekan Kim, perlu membahas perihal prilaku spekulatif hingga menghilangkannya.

Axie Infinity sendiri ialah game selular yang sering dibandingkan dengan Pokémon, yang mana pengguna diberi imbalan dalam bentuk token SLP, untuk membiakkan dan mempertarungkan monster yang dikenal sebagai “Axies.”

Sejak dirilis, game blockchain ini telah mendapatkan basis penggemar yang besar di negara-negara berkembang seperti Filipina dan Venezuela, serta di Indonesia juga sudah mulai ramai. [ba]

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }