Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Sadis! Puluhan Bursa Kripto Korsel Diminta Berhenti Beroperasi

Puluhan bursa kripto di Korea Selatan (Korsel) diketahui telah diminta untuk menghentikan operasi mereka. Dari peraturan baru di negeri Ginseng tersebut, tampaknya hanya akan tersisa empat bursa saja.

Bursa Kripto Korsel dan Peraturan Baru

Peraturan baru ini diterlihat sangat ketat, di mana otoritas keuangan memerintahkan bursa yang belum memenuhi persyaratan untuk mengumumkan penutupan mereka sendiri pada 17 September. Itu adalah seminggu sebelum batas waktu yang sebenarnya pada 24 September.

Padahal, para eksekutif dan pemangku kepentingan industri sudah terus meminta lebih banyak waktu untuk persiapan. Tetapi, otoritas tampaknya tidak bergeming.

Persyaratan baru untuk bursa kripto ditetapkan dalam Undang-Undang yang direvisi tentang Pelaporan dan Penggunaan Informasi Transaksi Keuangan Tertentu.

Tindakan tersebut, yang diberlakukan sejak 25 Maret, memberikan masa tenggang enam bulan untuk mengikuti persyaratan.

Dalam UU baru ini, Komisi Jasa Keuangan (FSC) telah menetapkan dua persyaratan utama.

Pertama, bursa harus memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS), yang membuktikan kemampuan bisnis dalam melindungi informasi pribadi pengguna.

Kedua, bisnis ini harus menjalin kemitraan dengan bank lokal di Korea untuk menyediakan pengguna bursa kripto dengan penarikan dan penyetoran rekening bank dengan nama asli mereka. Hal ini untuk menurunkan risiko kejahatan seperti pencucian uang, penggelapan atau manipulasi harga.

Tentu saja, mendapatkan sertifikasi ISMS itu sendiri membutuhkan waktu dan biaya.

Beberapa bursa bersaksi bahwa mempersiapkan biaya sertifikasi sekitar US$250.000. Selain itu, proses aplikasi untuk menerima sertifikasi memakan waktu tiga hingga enam bulan.

Diketahui, pada tujuh hari sebelum batas waktu, 28 bursa telah memperoleh sertifikasi tersebut, sementara 35 bursa gagal melakukannya. Bursa yang gagal ini telah ditutup pada hari Jumat kemarin (17/9/2021).

Sisa Empat Bursa Saja

Diketahui, dari serangkaian aturan baru yang merombak habis industri bursa di Korsel, hanya ada empat bursa saja yang bertahan.

Upbit, Bithumb, CoinOne dan Korbit adalah bursa yang berhasil bermitra dengan bank lokal untuk menyediakan rekening bank dengan nama asli kepada pengguna.

“Tidak mungkin yang lain dapat mengamankan kontrak bank tepat waktu.. Pertama-tama, hanya ada beberapa hari kerja tersisa. Dan kedua, [bank] memiliki tanggung jawab pidana dan perdata untuk [bursa mitra]. Jadi mereka sangat berhati-hati dalam meninjau kemitraan,” kata Kim Dae-jong, Profesor Bisnis di Universitas Sejong, dilansir dari Forkas, Jumat (17/9/2021).

Selain itu dikabarkan, 24 bursa tanpa kontrak rekening bank nama asli diizinkan untuk beroperasi hanya setelah menghapus pair Won (mata uang Korsel) ke kripto.

Meski terdengar kejam, namun langkah ini adalah hal yang patut diapresiasi. Mengedepankan keamanan dan kejelasan dana adalah hal utama untuk mendewasakan industri kripto.

Tentu saja, aturan yang jelas dan tegas akan memicu masuknya investor baru tanpa kekhawatiran. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }