Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Rusia Akan Bebankan Tarif Listrik Khusus Penambangan Bitcoin

Rusia kini telah menjadi pemegang pangsa penambangan Bitcoin terbesar ketiga setelah AS dan Kazakhstan, setelah tindakan keras Tiongkok yang mengubah ‘peta permainan’ dari hash rate Bitcoin (BTC).

Dan kini, bisnis terkait penambangan ini tampaknya sudah mulai ‘diseriusi’ oleh Pemerintah.

Rusia dan Tarif Listrik Khusus bagi Penambangan Bitcoin 

Berdasarkan laporan dari Cointelegraph, Kamis (14/10/2021), diketahui bahwa Kementerian Energi dari negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin tersebut ingin memperkenalkan tarif listrik khusus untuk penambangan kripto.

Hal ini seiring meningkatnya penambang di Rusia setelah berpindah dari Tiongkok pasca tindakan keras pemerintahnya.

Diketahui, otoritas kini tengah mengerjakan kerangka kerja baru untuk membedakan tarif antara penggunaan umum dan penambangan Bitcoin.

“Kami tidak bisa membiarkan penambang memanfaatkan situasi dengan mengorbankan tarif listrik perumahan yang rendah.. Untuk menjaga keandalan dan kualitas pasokan listrik, kami percaya perlu untuk melarang penambang mengkonsumsi listrik dengan tarif perumahan,” kata sang Menteri, Nikolai Shulginov.

Langkah ini diambil karena sejalan dengan melonjaknya tingkat konsumsi listrik di beberapa wilayah strategis di Rusia.

Wilayah Irkutsk Rusia, dilaporkan telah mengalami tingkat konsumsi energi yang melebihi tahun sebelumnya, yang hampir 160%.

Tentu saja, keputusan dari Menteri Shulginov mendapat berbagai tanggapan dari pihak terkait bisnis tersebut.

“Ini adil dan sehat secara ekonomi. Selain itu, ini akan membantu penambang memasuki bidang hukum, sehingga negara dapat mengambil langkah pertama untuk mengatur industri, yang pada akhirnya akan mengarah pada transparansi seluruh industri,” kata CEO dari BitRiver, Igor Runets.

Sekadar informasi, BitRiver adalah perusahaan yang menyediakan layanan pusat data (hosting) untuk para penambang kripto.

Selain itu, Runets juga mengatakan bahwa perusahaannya telah membayar listrik pusat datanya dengan tarif pelanggan bisnis. Ia membayar 2,5 atau 3 kali lebih banyak daripada apa yang individu biasa bayarkan.

Dampak Tindakan Keras Tiongkok

Tindakan keras Tiongkok terhadap industri kripto benar-benar telah membagi pangsa penambangan dengan sangat besar dibandingkan sebelumnya, di mana Tiongkok menguasai lebih dari tiga perempat pangsa.

Dengan terbagi dengan cukup porsi antara AS, Kazakhstan dan Rusia, diperkirakan kinerja hash rate tidak akan turun naik dengan gila seperti saat masih terpusat di Tiongkok.

Beberapa sentimen atau FUD juga akan lebih sulit untuk menghantam sektor ini karena sudah lebih terbagi.

Diharapkan, sektor penambangan tidak akan lagi mengalami gejolak sehingga harga aset kripto, khususnya Bitcoin, dapat berjalan dengan semestinya mengikuti fundamental yang ada. [st]

 

 

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }