Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Ripple: Bank Tidak Efektif Dukung UMKM untuk Pembayaran

Bank konvensional tidak mendukung secara efektif pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dari sisi pembayaran lintas negara. Padahal, sebesar 71 persen pertumbuhan UMKM sangat tergantung pada perdagangan dan pembayaran lintas negara. Demikian hasil studi terbaru Ripple, sebuah perusahaan raksasa keuangan digital berbasis di Amerika Serikat.

Berbagai usaha berskala mikro meroket tajam dalam lima tahun terakhir, terkhusus pada sejak pandemi COVID-19.

Setiap orang atau usaha kecil bisa terhubung dengan seluruh dunia melalui internet. Seperti pintu ‘Doraemon’, beli apa saja, dimana saja, lintas negara, sudah dapat dilakukan hanya bermodalkan ‘jempol’ dan aplikasi di Android.

Setiap orang bisa bikin toko daring bermodalkan jempol sembari rebahan di rumah. Internet menjadi ‘palugada’; apa lu butuh, gua ada, literally!

Ripple mencatat transaksi UMKM dunia hingga tengah tahun 2021 mencapai US$15 trilliun. Potensi keuntungan dari transaksi ini mencapai US$100-150 milyar.

Bank Konvesional Gagap

Bentuk baru perdagangan ini mensyaratkan terjadinya pembayaran lintas negara yang tidak terelakkan.

Dalam konteks ini, bank gagap memberi solusi. Biaya transfer uang yang relatif tinggi dan waktu pembayaran yang tidak efisien, plus tanpa informasi yang jelas posisi transfer uang (non traceable), ungkap laporan studi itu.

Biaya transfer yang tinggi terjadi karena banyaknya intermediaries, yakni pihak-pihak yang terlibat dan proses eksekusi transfer.

Bank konvensional, atau sistem tradisional pembayaran lintas negara membutuhkan 2 hingga 5 hari kerja untuk menuntaskan satu transaksi dengan biaya antara US$30 hingga US$100 per transaksi.

Ripple

Rata-rata para pelaku pasar yang melakukan kesalahan pembayaran mencapai 4 sampai 6 persen, catat laporan itu.

Ini tidak mendukung ekosistem perdagangan UMKM yang membutuhkan kepastian, kecepatan, transparansi, termasuk perluasan cepat produsen dan konsumen lintas negara.

Margin keuntungan para pedagang kecil ini yang terbatas membuat mereka kesulitan karena biaya transfer yang besar.

Blockchain Memberi Jawaban

Uang kripto yang pada umumnya berteknologi blockchain menjawab seluruh kelemahan bank konvensional ini.

Ciri umum dari teknologi blockchain adalah desentralitas, transparan sekaligus teramat rahasia, kecepatan, peer-to-peer dan biaya murah.

Prinsip-prinsip dasar teknologi ini bisa kita temukan pada beberapa blockchain terkemuka seperti jaringan blockchain Btc, Eth, ADA, BNB, Tron, Litecoin, Stellar dan XRP.

Dalam konteks ini, uang kripto mendapatkan kesempatan besar sebagai alat tukar favorit bagi usaha kecil dan menengah.

Masa depan uang kripto tidak tergantung pada big whales, tetapi pada pengguna masif pengusaha kecil dan menengah lintas negara. [ps]

Protected with blockchain timestamps

Panda Siagianhttps://www.hariankripto.id/
Menekuni dunia blockchain dan kripto sejak 2017. Tertarik mendorong penggunaan bockchain untuk demokrasi, kemanusiaan dan lingkungan hidup. Bisa dihubungi melalui email: harian.kripto.id@gmail.com

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }