Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Rencana Terbitkan NFT, Boy Band Ini Malah Dihujat

Rencana penerbitan NFT (Non-Fungible Token) pertamanya, boy band Korea A.C.E justru dihujat para penggemarnya. Apakah karena kurang tampan?

Pada 19 April 2021 lalu, The Worldwide Asset eXchange (WAX) mengumumkan telah bekerja sama dengan K-NFT, sebuah perusahaan baru yang didirikan untuk membawa NFT ke ranah K-Pop.

Grup pertama yang digandeng adalah A.C.E yang bakal menerbitkan NFT pertama mereka. NFT itu mewakili sejumlah cinderamata terkait A.C.E.

Namun, rencana itu justru mendapat hujatan dari penggemarnya. Pasalnya, proses produksi token digital unik itu dianggap memerlukan energi yang justru merugikan lingkungan hidup.

Maklumlah, NFT pada umumnya diterbitkan di blockchain Ethereum, di mana penambangan aset kripto Ether (ETH) memerlukan energi listrik yang besar.

Menurut penggemarnya, setiap transaksi penerbitan satu token, termasuk transaksi lelang dan pembelian, mengonsumsi energi listrik 8 kali lebih tinggi daripada konsumsi listrik rumah tangga di Korsel sepanjang tahun 2016.

Memang energi listrik yang digunakan oleh alat tambang ETH rata-rata masih menggunakan energi listrik tak terbarukan, yakni dari batubara dan solar.

Masalahnya rencana penerbitan token itu tidak menggunakan blockchain Ethereum sebagaimana biasanya, misalnya di OpenSea.

NFT itu justru menggunakan blockchain WAX yang arsitekturnya berbeda dengan Ethereum.

Penggemar A.C.E berharap pihak manajemen boy band itu membatalkan niatan menerbitkannya, karena selama ini A.C.E terkenal peduli soal lingkungan.

“A.C.E telah membuktikan bahwa mereka sangat peduli terhadap lingkungan. Kami khawatir langkah membuat NFT justru bertolak belakang,” kata Madison salah seorang penggemar, dilansir dari South China Morning Post.

Sementara itu, William Quigley, salah seorang pendiri WAX menuturkan, bahwa WAX dirancang sejak awal justru menjadi sangat hemat energi karena menganut Proof-of-Stake. Sedangkan blockchain Ethereum masih mengandalkan Proof-of-Work.

“Itulah mengapa WAXNFT menggunakan sebagian kecil dari energi dibandingkan blockchain Ethereum dan Bitcoin. Faktanya, WAX 125.000 kali lebih hemat energi daripada Ethereum,” imbuh Quigley. [ba]

Protected with blockchain timestamps

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }