Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Prediksi Harga XRP Jika Ripple Labs Menang di Pengadilan

Harga aset kripto XRP masih diminati, kendati kasus perusahaan penerbitnya, Ripple Labs masih berjalan di pengadilan di AS. Bisa tembus Rp150 ribu?

XRP yang berkapitalisasi pasar terbesar keempat di dunia, sedang mendapat sorotan publik.

Nilai aset itu sempat melorot hingga 60 persen setelah Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) di AS menggugat perusahaan penerbitnya di pengadilan New York pada Desember 2020 lalu.

Hingga detik ini, proses pengadilan belum juga usai, walaupun pada beberapa waktu lalu, mosi tak percaya Ripple Labs bisa memenangkannya.

Kala itu Ripple Labs menolak rekening bank pribadi para pendirinya diperiksa.

Sebelumnya SEC menilai, bahwa XRP itu masih tergolong sekuritas alias kontrak investasi antara perusahaan dengan publik yang membelinya.

Nilai XRP yang digugat SEC itu mencapai US$1,3 milyar. Menurut SEC kontrak investasi itu melanggar peraturan sekuritas.

Gara-gara dikabulkannya mosi itu, XRP pun melonjak naik, karena memberikan sentimen positif terhadap pendukung aset besar itu.

Sebelumnya harga XRP sempat ambruk di kisaran Rp8 ribu pada Desember 2020 hingga Maret 2021. Namun kemudian meroket menjadi lebih dari Rp20 ribu sejak awal April 2021. Bahkan yang tertinggi mencapai Rp28.500.

Pasar pun semakin percaya diri, karena Gary Gensler akhirnya sah menjabat sebagai Ketua baru SEC atas pilihan Presiden AS, Joe Biden.

Gensler dianggap ramah terhadap aset kripto dan memahami seluk belum bisnis yang terkait aset yang menggunakan teknologi blockchain itu.

Gensler sebelumnya menjabat sebagai ketua Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka Amerika Serikat (CFTC), lembaga yang meggolongkan aset kripto sebagai komoditas.

Proses Peradilan dan Prediksi Implikasinya

Ripple Labs telah melakukan pembelaan pada 14 April 2021 yang berujung pada angin segar peningkatan harga XRP.

Setelah itu, SEC akan menerbitkan laporan lengkap proses peradilan pada pertengahan Mei 2021. Publik bisa melihatnya pada 4 Juni 2021 mendatang.

Persidangan akan terus berlanjut dan kemungkinan besar berakhir pada medio Agustus 2021.

Beragam Skenario Bullish

Beberapa pengamat berpendapat, bahwa kemungkinan besar kasus ini tidak selesai hingga akhir tahun ini.

Namun ketua SEC baru yang kelihatannya ramah dan bijaksana, bisa saja kasus ini dihentikan dan dimenangkan oleh Ripple Labs.

Pun jika kasus masih berlangsung, tetapi substansi proses peradilan memberikan angin segar luar biasa bagi harga XRP.

Sejumlah ramalan memperlihatkan, bahwa harga XRP bisa mendekati harga Binance Coin (BNB), Rp3-7 juta pada tahun ini juga.

Namun pihak lain cukup moderat hanya sekitar US$5-10 atau sekitar Rp75-150 ribu.

Jika Ripple Labs kalah, maka perusahaan itu kemungkinan besar sudah menyiapkan rencana lain, yakni pindah dari AS seperti yang dilakukan Binance dari Tiongkok.

Dalam skenario ini, kemungkinan besar harga XRP akan tetap di kisaran maksimal US$1 atau sekitar Rp15 ribu rupiah dengan kurs saat ini. Itu pun perlu menunggu proses konsolidasi yang akan memakan waktu pasca pindah ke negara lain.

Sedangkan skenario lain, jika kasus dimenangkan oleh Ripple Labs, maka sulit membendung aset ini dari persaingan ketat dengan BNB dan Ether (ETH) di kisaran harga Rp10 juta-30 juta pada tahun ini.

Apa Itu XRP

XRP diterbitkan oleh Chris Larsen melalui perusahaan Ripple Labs pada tahun 2012. XRP adalah sebagai uang digital untuk membantu transaksi keuangan menjadi lebih cepat dan murah. Mereka berharap harapan perusahaan keuangan, khususnya perbankan bisa mengadopsi produk ini.

Chris Larsen, Pendiri Ripple Labs.

Blockchain Ripple dapat melakukan transaksi mencapai 1500 transaksi per detik. Bandingkan dengan blockchain Bitcoin yang hanya bisa melakukan transaksi maksimal 7 transaksi per detik. Konsumsi energinya pun juga rendah, karena tidak membutuhkan proses penambangan yang perlu energi listrik yang besar.

Ripple Labs juga menciptakan sistem anti pencucian uang. Ini berbeda dengan Bitcoin yang tidak memiliki fitur ini.

Proses validasi transaksi di blockchain Ripple dilakukan oleh validator yang ada di berbagai negara dan mendapat pengakuan dari Ripple Labs.

Transaksi dianggap sah jika mendapatkan persetujuan melalui proses voting oleh lebih dari 80 persen lebih validator.

Kendali Sentral

Jumlah XRP diterbitkan cukup besar sejak awal, yakni 100 milyar XRP. Bandingkan dengan Bitcoin yang maksimal hanya 21 juta BTC dan itu melalui proses penambangan dan Halving hingga tahun 2140.

Dari 100 milyar XRP, 20 milyar adalah hak para pendiri XRP. 7 milyar XRP untuk perusahaan Ripple Labs dan 40 milyar XRP dilepas dan tersedia untuk publik.

Sisanya, oleh sistem tersimpan sebanyak 53 milyar XRP, yang secara periodik diberikan kepada perusahaan Ripple Labs yang mempekerjakan lebih dari 500 orang karyawan sebanyak 1 milyar XRP setiap bulan.

Artinya, XRP ini tidak sepenuhnya desentralistik, baik kepemilikan maupun sistemnya. Tak heran SEC menudingnya sebagai sekuritas, karena lebih mirip penerbitan saham perusahaan privat.

Kesimpulannya adalah secara fundamental XRP memiliki basis pasar yang kuat, karena transaksi keuangan lintas negara menjadi jauh lebih murah, cepat dan luas dibandingkan layanan perbankan dan fintech lainnya.

Namun di sisi lain, ada ketimpangan kepemilikan unit XRP oleh Ripple Labs, yang menyebabkan kendali hegemonik terhadap harga bisa dilakukan setiap saat oleh perusahaan. [ps]

Protected with blockchain timestamps

Panda Siagianhttps://www.hariankripto.id/
Menekuni dunia blockchain dan kripto sejak 2017. Tertarik mendorong penggunaan bockchain untuk demokrasi, kemanusiaan dan lingkungan hidup. Bisa dihubungi melalui email: harian.kripto.id@gmail.com

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }