Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Prediksi Harga Bitcoin: Bakal Terus Tertekan

Prediksi harga Bitcoin hingga beberapa pekan ke depan bakal terus tertekan, walaupun sejak akhir Mei dan awal bulan ini menunjukkan penguatan.

Memasuki Juni ini pada time-frame harian, harga Bitcoin menunjukkan tanda-tanda kenaikan harga.

Namun pada time-frame mingguan, per 31 Mei 2021, terdapat sinyal harga Bitcoin bakal terus tertekan.

Berdasarkan Data Historis

Berdasarkan grafik Bitcoin Cycle Repeat yang menggunakan data historis dan perubahan harga setiap 15 menit, koreksi Bitcoin menunjukkan akhir pada awal Juni 2021 ini.

Dengan harga Bitcoin saat ini sekitar US$38.500, aset kripto itu bisa berpuncak di kisaran US$70 ribuan per BTC pada 9 Juli 2021.

Setelah menyentuh kisaran itu, Bitcoin bisa terkoreksi besar, kembali ke US$46 ribuan pada 22 Juli 2021.

Prediksi harga Bitcoin berdasarkan grafik Bitcoin Cycle Repeat. Sumber: BuyBitcoinWorldWide.com.

Dengan demikian, berdasarkan grafik itu pula, harga Bitcoin bakal mencetak rekor terbarunya.

Peta Mingguan

Grafik Bitcoin Cycle Repeat memang memproyeksikan harga secara harian, berdasarkan perubahan harga setiap 15 menit.

Pun lagi ia menyertakan Moving Average 200 day dan Moving Average 1458 day sebagai patokan long term view.

Namun pada time-frame mingguan, sejumlah indikator menunjukkan adanya potensi koreksi yang cukup panjang, hingga 3 bulan lamanya.

Berdasarkan indikator Squeeze Momentum per 31 Mei 2021, sudah muncul bar merah terang yang memendek, setelah bar hijau tua berakhir.

Ini menunjukkan adanya potensi perlanjutan koreksi yang panjang yang diawali pada 12 April 2021 lalu.

Lazimnya, beberapa bar merah terang akan terus bermunculan dan lebih panjang. 

Berdasarkan koreksi sebelumnya, rata-rata penurunan mencapai 11 pekan atau lebih, sebelum bar merah tua pertama muncul dan terus memendek.

Artinya setiap awal pekan, dimulai 31 Mei 2021, koreksi terus berlangsung. Perhatikan nanti pada awal pekan berikutnya, Senin, 7 Juni 2021.

Koreksi yang serupa seperti itu terjadi terakhir pada 30 September 2019 dan berakhir pada 9 Desember 2019.

Ketika itu pula, harga memang tidak berada di bawah Moving Average 200. Itu bermakna koreksi tidak cukup besar.

Dua indikator lain, seperti Super Trends dan Parabolic SAR memunculkan sinyal yang sama. Super Trends misalnya menyarankan jual per 17 Mei 2021 sedangkan Parabolic SAR jauh lebih awal, yakni 10 Mei 2021.

Jikalau kita mengacu pada koreksi sebelumnya di time-frame mingguan berdasarkan indikator Parabolic SAR, koreksi bisa sebesar 30 persen dengan rentang waktu 182 hari (26 pekan).

Implikasi Terhadap Altcoin

Secara historis dan teknikal, harga Bitcoin selalu mempengaruhi harga aset-aset lain lain (altcoin).

Artinya jika the mother of crypto ini melampaui all time high (ATH) yang lalu, maka aset lain kemungkinan besar mengalami hal serupa.

Sebagai contoh, ATH Bitcoin pada pada 14 April sebesar Rp960 jutaan. BNB mengikuti, ia tembus ATH Rp10 jutaan. ETH ikut serta lebih dari Rp60 jutaan. [ps]

Protected with blockchain timestamps

Panda Siagianhttps://www.hariankripto.id/
Menekuni dunia blockchain dan kripto sejak 2017. Tertarik mendorong penggunaan bockchain untuk demokrasi, kemanusiaan dan lingkungan hidup. Bisa dihubungi melalui email: harian.kripto.id@gmail.com

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }