Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Polandia Tahan Mantan Bos Bursa Kripto Wex

Laporan penahanan terhadap Dmitry Vasiliev seorang mantan Kepala bursa kripto Wex telah dikonfirmasi kebenarannya oleh otoritas kepolisian Polandia.

Vasiliev rupanya ditengarai bangkrut oleh pihak berwenang di sana. Selain itu, mantan eksekutif platform ini diduga terlibat dalam pencurian dana senilai jutaan Dolar AS.

Kini tersangka tengah menghadapi kemungkinan bakal di-ekstradisi ke Kazakhstan karena kejahatannya di sana.

Wex Bangkrut Sejak 2018, Vasiliev Diamankan di Bandara

Dmitry Vasiliev tercatat pernah mengelola bursa kripto terbesar Rusia itu. Malangnya, karena buron di Kazakhstan, ia akhirnya diamankan di bandara Warsawa, Polandia, awal Agustus.

Hanya saja, kabar penangkapan itu, baru diungkap surat kabar Polandia Gazeta Wyborcza pekan lalu berdasarkan sumber yang dirahasiakan. Penangkapan tersebut juga sudah dikabarkan oleh kantor berita Rusia, RIA Novosti, sebagaimana dilansir dari Bitcoin.com, Rabu, (22/9/2021).

Nasib bursa Wex sekarang ini sudah tidak berfungsi lagi. Bursa BTC-e itu sempat terkenal, sebelum dijual ke pengusaha Ukraina dan pejuang separatis, Dmitry Havchenko, akhir 2018, lalu.

Platform perdagangan aset digital itu akhirnya menghentikan penarikannya pada awal tahun tersebut dan bangkrut.

Terlibat Pencucian Uang Bersama Spesialis IT

Warga negara Rusia berusia 34 tahun itu juga diduga terlibat dengan jaringan Alexander Vinnik spesialis IT Rusia yang berkasus dalam pencucian uang US$9 milyar.

Hal itu terungkap dari laporan BBC Russian Service bahwa Vinnik diamankan di Perancis.

Fakta lain terungkap bahwa awalnya Wex adalah milik Aleksey Bilyuchenko, mitra dari administrator BTC-e yang diduga Alexander Vinnik.

Vinnik dijatuhi hukuman lima tahun penjara pada Desember lalu oleh Perancis. Perancis sendiri menolak melakukan ekstradisi Vinnik ke Rusia.

Buron di Kazakhstan, Polandia Pertimbangkan Ekstradisi

Pejabat Kantor Kejaksaan Warsawa mencatat adanya permintaan ekstradisi Dmitry Vasiliev yang dikirim oleh otoritas Kazakhstan.

Vasiliev memang menjadi buron di negara Asia Tengah itu sejak 2019 atas tuduhan penipuan terkait bursa kripto.

Sementara, pihak berwenang di Polandia belum memutuskan apakah akan menyerahkannya atau tidak.

Pengusaha kripto itu ditahan sejak 11 Agustus. Pihak berwenang menempatkannya di bawah penahanan sementara dalam periode awal 40 hari.

Hal lain, Dmitry Vasiliev diduga terlibat dalam penghilangan aset senilai US$450 juta milik warga negara anggota UE dan negara-negara lain di seluruh dunia.

Dompet Wex ‘Vakum’

Pada Senin lalu, Forklog melaporkan, seseorang melakukan transfer 9.916 ETH atau senilai lebih dari US$30 juta dari dompet Wex.

Transaksi nampaknya masih menunggu konfirmasi di tengah penulisan ini. Hal itu juga mencatat pergerakan dana pertama di dompet Wex usai ‘vakum’ dalam tiga tahun terakhir. [ba]

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }