Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Petambang Bitcoin Tiongkok Hijrah ke Kazakhstan

Petambang Bitcoin yang telah gerah dengan tindak tanduk pemerintah Tiongkok, yang terus menekan mereka dengan larangan, salah satunya diketahui telah hijrah ke negara tetangga, Kazakhstan.

Petambang Bitcoin Ini Pindah ke Kazakhstan 

Berdasarkan laporan dari Decrypt, BIT Mining, salah satu perusahaan pertambangan di Tiongkok, belum lama ini mengumumkan bahwa mereka telah mengirimkan batch pertama dari 320 mesin pertambangan mereka ke Kazakhstan.

Selain itu, perusahaan mengungkapkan bahwa mesin tersebut akan mulai siap beroperasi kembali pada 27 Juni 2021 mendatang dengan kapasitas hash rate maksimum secara teoritis di 18,2 PH/s.

Nantinya, batch kedua dan ketiga dari total 2.600 mesin yang ada kemungkinan akan tiba di negara tetangga pada 1 Juli, di mana sisa mesin pertambangan perusahaan nantinya akan dikirim ke pusat data luar negeri pada kuartal berikutnya.

“Kami percaya visi dan keunggulan penggerak awal kami akan memungkinkan kami untuk gesit dalam menanggapi lingkungan peraturan yang berkembang secara global,” kata Xianfeng Yang, CEO BIT Mining, dilansir dari Decrypt, Selasa (22/6/2021).

Aksi keras dari pemerintah Tiongkok memang benar-benar ‘kelewatan’ kali ini sehingga banyak petambang sepertinya mulai memikirkan langkah yang serupa dengan BIT Mining.

Tawaran dari Negara Lain

Sinyal kepergian petambang dari negeri tirai bambu tersebut tampaknya disambut dengan baik oleh beberapa negara untuk mengajak para petambang ke wilayah mereka.

Selain Kazakhstan, yang juga telah menjadi pusat layanan dari produsen mesin penambangan Bitcoin Canaan, ada juga Texas dan Miami dari Amerika Serikat yang coba memikat para petambang untuk menetap disana.

“Miami dikabarkan tengah menggembor-gemborkan pasokan energi nuklir murah mereka, namun harganya masih kurang kompetitif ,” kata Max Hu dari perusahaan pertambangan Bitcoin Cina Power360, dilansir dari Decrypt.

Sepertinya, langkah BIT Mining bukanlah satu-satunya langkah yang dilakukan oleh petambang di Tiongkok, sehingga besar kemungkinan, petambang lain pun juga akan ikut memutuskan untuk berpindah, meski kita masih belum begitu tahu pasti, negara manakah yang akan menjadi tujuan mereka.

Jika perpindahan sukses dan kegiatan penambangan kembali berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin pasar kripto, khususnya Bitcoin, akan kembali menemukan pijakannya untuk melanjutkan” cinta reli” yang sempat tertunda. Semoga saja. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }