Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Perusahaan Ini Akan Beli Bitcoin Saham, Rp8 Triliun

Digital Currency Group, perusahaan investasi aset kripto pimpinan Barry Silbert akan membeli Bitcoin Saham (GBTC) senilai US$557 juta (Rp8 triliun).

Bitcoin saham itu adalah produk dari perusahaan Grayscale yang merupakan anak perusahaan dari Digital Currency Group.

“Kami telah mengesahkan rencana pembelian Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) senilai US$557 juta. Jikalau sudah dieksekusi, kelak Digital Currency Group memiliki total GBTC senilai US$750 juta. Pembelian GBTC sebelumnya adalah senilai US$193 juta pada 30 April 2021,” sebut perusahaan dalam keterangan resminya, Senin (3/5/2021).

Namun, pihak perusahaan mengatakan, keputusan itu bisa batal, karena Digital Currency Group tidak wajib membeli GBTC itu.

“DCG tidak pula berkewajiban untuk membeli saham ini dan dapat dibatalkannya setiap saat,” sebut perusahaan.

Apa Itu GBTC?

Sebagai produk investasi alternatif, GBTC diterbitkan perdana pada tahun 2013 silam. Ia selayak saham (trust) yang bernilai Bitcoin yang dijual di pasar modal privat, yakni di OTC Markets Group.

Kinerja Bitcoin Saham (GBTC). Sumber: OTC Markets Group.

Jaminan atas nilai saham itu adalah pembelian Bitcoin secara berkala oleh Grayscale. Per 4 Mei 2021, Grayscale memiliki Bitcoin sekitar 654.885 BTC.

Bitcoin sebanyak itu setara dengan 3,12 persen dari jumlah BTC saat yang sudah ditambang, yakni 18.699.093 BTC.

Keputusan itu dibuat ketika harga Bitcoin (BTC) melonjak kembali mendekati rekor tertingginya. Harga Bitcoin hari ini terpantau di kisaran Rp827 juta.

Bersaing dengan Bitcoin ETF

GBTC memiliki kemiripan dengan instrumen investasi Bitcoin ETF (Exchange-Traded Fund). Hanya saja dengan mekanisme ETF daya jangkaunya lebih luas, karena bisa diperdagangkan di bursa efek yang terbuka.

Kedua-keduanya juga tidak mewajibkan investor untuk membeli Bitcoin aslinya, karena nilainya diwakili oleh saham dengan kontrak investasi.

Kalau GBTC hanya bisa dijual dengan jangka waktu tertentu, Bitcoin ETF bisa dijual kapan saja, selayak saham biasa.

Di Amerika Serikat sendiri, lahirnya Bitcoin ETF terus menerus diperjuangkan. Bahwa sejumlah permohonan masih ditolak oleh Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) AS.

Bitcoin ETF dianggap pamungkas untuk menggenjot permintaan terhadap investasi bernilai Bitcoin, seperti disambut baik di wilayah Kanada sejak 2 bulan lalu.

GBTC Menjadi ETF

Saking ranumnya Bitcoin ETF Grayscale pernah berencana akan mengubah sebagian dari GBTC itu menjadi ETF.

Tentu saja ini masih menanti lampu hijau dari SEC, walaupun lembaga negara AS itu khawatir nilainya bisa dimanipulasi seperti dulu yang terjadi di Gold ETF. [ba]

Protected with blockchain timestamps

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }