Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Peretas PolyNetwork Telah Kembalikan Dana Rp4,9 Triliun

Perkembangan baru dari musibah PolyNetwork telah hadir, di mana peretas diketahui telah mengembalikan lebih dari setengah dana yang mereka curi.

Ini terdengar cukup melegakan, sehingga sisanya sepertinya masih perlu kita tunggu dan ikuti perkembangannya.

Peretas PolyNetwork Penuhi Ucapannya

Berdasarkan laporan dari Decrypt, Kamis (12/8/2021), peretas yang sebelumnya mencuri Rp8,6 triliun dana kripto dari PolyNetwork, telah memenuhi ucapannya yang ingin mengembalikan dana tersebut.

Dalam tweet-nya, PolyNetwork mengumumkan bahwa dana yang dikembalikan sudah lebih dari setengahnya, sekitar Rp4,9 triliun.

Berdasarkan pengumuman tersebut, diketahui dana dikembalikan pada hari Kamis (12/8/2021) pada pukul 23.18 WIB.

Rincian dana yang dikembalikan adalah, pada jaringan Ethereum sekitar Rp66,02 milyar, pada jaringan BSC sekitar Rp3,6 triliun dan pada jaringan Polygon sekitar Rp1,22 triliun.

Meski pada akhirnya terlihat seperti keberuntungan, tetap saja ini adalah kasus pencurian terbesar yang pernah ada.

Nampaknya, PolyNetwork pun harus dapat meningkatkan lagi keamanannya agar investor tidak kehilangan kepercayaan karena dana yang hilang adalah dana yang sangat besar nilainya.

Kemarin, pengembang PolyNetwork telah menyiapkan tiga wallet yang ditunjuk di BSC, Polygon dan Ethereum setelah peretas mengumumkan bahwa mereka akan mengembalikan dana yang dicuri.

Pada saat penulisan, sebagian besar dana yang dikembalikan berada di wallet BSC PolyNetwork.

Alamat tersebut telah menerima kripto senilai sekitar Rp3,62 triliun dari peretas. Angka ini termasuk hampir Rp1,72 triliun dalam stablecoin Binance USD (BUSD) serta 26.629 Ether (Rp1,2 triliun), 1.023 Bitcoin (Rp665,75 milyar), dan 6.620 BNB (Rp3,72 triliun).

Sementara itu, wallet Polygon perusahaan telah menerima stablecoin USDC senilai lebih dari Rp1,22 triliun.

Dan juga, wallet Ethereum, yang menerima dana paling sedikit sejauh ini, diketahui menyimpan total dana senilai Rp65,74 milyar dalam kripto Shiba Inu (SHIB), UNI, Bitcoin dan stablecoin FEI.

Peretas Topi Putih 

Dari kasus ini, beberapa pengamat melihat peretas sebagai ‘peretas topi putih’. Ini adalah julukan bagi peretas ‘baik hati’ yang hanya ingin menguji keamanan sebuah sistem untuk memberitahu pemiliknya bahwa ada kerentanan.

Tetap saja, proses pengembalian dana ini akan sangat dipantau oleh industri karena nilai yang tersisa masih sangat besar. Semoga ini berakhir dengan baik saja. [st]

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }