Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Peretas PolyNetwork Berniat Kembalikan Kripto yang Dicuri

Belum lama ini, PolyNetwork telah menghebohkan jagat kripto dengan pengumuman serangan peretasan yang menghilangkan kripto senilai triliunan rupiah.

Dan beberapa jam setelahnya, peretas diketahui telah berniat untuk mengembalikan kripto yang telah ia curi. Menarik sekali.

Peretas PolyNetwork ingin Kembalikan Kripto Curian

Melalui sebuah pesan tersemat dalam transaksi Ethereum, peretas tersebut menyatakan tengah bersiap untuk mengembalikan dana curiannya. Hal tersebut disertai dengan permintaan wallet multisig untuk tujuan pengembaliannya.

Menanggapi hal tersebut, PolyNetwork diketahui telah menyiapkan tiga alamat wallet dengan harapan dana dikembalikan seutuhnya, atau minimal setengahnya.

Berdasarkan tweet-nya, PolyNetwork menyediakan alamat wallet ini:

ETH: 0x71Fb9dB587F6d47Ac8192Cd76110E05B8fd2142f

BSC: 0xEEBb0c4a5017bEd8079B88F35528eF2c722b31fc

Polygon: 0xA4b291Ed1220310d3120f515B5B7AccaecD66F17

Sebelumnya, peretas tersebut mengatakan bahwa mereka gagal menghubungi PolyNetwork dan meminta wallet multisig untuk mengembalikan hasil curian.

Terbaru, pada hari Rabu (11/8/2021), pukul 15.00 WIB, alamat Polygon peretas telah mengirim USDC senilai US$10.000 ke salah satu wallet yang telah disiapkan PolyNetwork.

Sebelumnya, PolyNetwork mengumumkan pencurian di Twitter dan mem-posting tiga alamat di Binance Smart Chain (BSC), Ethereum, dan Polygon tempat dana disalurkan.

Diketahui, saat itu ada tiga alamat yang diduga milik sang peretas yakni Ethereum (yang saat itu memegang kripto senilai US$264,8 juta), Binance Smart Chain (US$250,8 juta) dan Polygon (US$85 juta).

PolyNetwork telah mendapatkan dukungan dari analisis perusahaan keamanan SlowMist, yang disetujui oleh analis Kelvin Ficther.

Analis tersebut menyalahkan eksploitasi pada bug yang terkait dengan fungsi cross-chain protokol. Selain itu, perusahaan asal Tiongkok, BlockSec, telah menyatakan kemungkinan peretasan tersebut dihasilkan dari kunci pribadi yang bocor.

Menunggu Proses Pengembalian

Mengikuti perkembangan ini, nilai dana yang dikembalikan masih jauh dari nilai total kripto yang dicuri, senilai Rp8,6 triliun.

Tentu saja, banyak analis dan pengamat yang akan mengikuti perkembangan aksi pengembalian ini yang akan mendasari pandangan investor ke depannya.

Saat ini, masih belum jelas apa alasan utama sang peretas dalam aksi pencurian kripto terbesar yang pernah ada ini. Apakah hanya untuk menguji sistem, atau justru memiliki minat tersembunyi lainnya?

Semoga saja, dana benar-benar kembali seutuhnya. Sehingga, ini akan menjadi salah satu catatan sejarah pencurian kripto terunik dan penuh tanda tanya. Bagaimana menurut pembaca sekalian? [st]

 

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }