Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Pengadilan Salvador Usut ATM Bitcoin Pemerintah Pasca Dibakar Pendemo

Menurut laporan dari Pengadilan Salvador atau Court of Accounts (CoA), badan otoritas pengawas di sana sudah siap menyelidiki kebijakan pembelian mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bitcoin pemerintah dan pembangunan kios Chivo sebagai lokasi ATM.

Investigasi itu seiring dengan aksi protes baru-baru ini di Salvador terhadap adopsi Bitcoin oleh pemerintah. Pendemo meluapkan amarahnya dengan membakar ATM Bitcoin milik pemerintah.

Salvador Memanas, Cristosal Bakar ATM Bitcoin

Aksi itu bermula tiga hari yang lalu. Tepatnya pada 15 September. Adalah sekelompok orang yang menamakan dirinya kelompok Hak Asasi Manusia Cristosal.

Mereka mengajukan aksi protes terhadap pemerintah El Savador usai Presiden Bukele meresmikan adopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negara itu.

Cristosal tidak setuju. Aksi besar dengan protes turun ke jalanan pun terjadi. Tepatnya di Jalan San Salvador, mereka menggelar aksi dengan membawa spanduk bertuliskan tolak Bitcoin dan banyak lagi.

Tercatat, aksi serupa sebenarnya bukan untuk kali pertama. Namun ini adalah aksi perdana peserta aksi melakukan tindakan anarkis dengan membakar ATM Bitcoin sekaligus kios ATM milik pemerintah itu.

Curigai Penyalahgunaan Kebijakan ATM Bitcoin

Menyusul protes yang berlangsung itu, Pengadilan El Salvador memutuskan menyelidiki keluhan pendemo tentang pembelian ATM Bitcoin dan pembangunan kiosnya.

Mereka mencurigai adanya penyalahgunaan kebijakan terkait dengan pembelian ATM Bitcoin. Hal itu berdasarkan sebuah petunjuk dokumen yang disaksikan oleh staf Reuters dan pengaduan oleh organisasi HAM, Cristosal.

Pelaporan yang diajukan Cristosal ke Pengadilan Salvador secara spesifik ditujukan kepada enam anggota Dewan Direksi dari Bitcóin Trust.

Selain itu, pengaduan juga ditujukan kepada sekretariat Perdagangan dan Investasi Salvador dan anggota Kementerian Keuangan dan Ekonomi.

CoA Pastikan Sanksi Pejabat Pemerintah

CoA mengatakan pengaduan diterima pada 10 September, lalu. CoA sendiri mengungkapkan dapat menjatuhkan sanksi terhadap pejabat pemerintah Salvador. Termasuk, Presiden Salvador Nayib Bukele jika terbukti bersalah.

Para pendemo kini bahkan telah menyebut rezim itu diktator. Apalagi keputusan Bukele yang memecat beberapa pejabat pemerintah, Mei lalu.

Partai Bukele memecat beberapa anggota Mahkamah Agung dan Jaksa Agung. Situasi itu seiring dengan dua puluh lembaga pemerintah yang terkait dengan administrasi Bukele diselidiki karena dugaan manipulasi dan korupsi.

Ditambah lagi, publikasi berita El Faro juga menuduh Bukele diam-diam merundingkan kesepakatan dengan Mara Salvatrucha, kelompok geng paling kuat di El Salvador.

Investigasi terbaru yang berasal dari CoA dan Cristosal mencatat bahwa analisis situasi Bitcoin akan dilakukan.

“Setelah mengakui pengaduan, selanjutnya dilakukan laporan analisis hukum. Ketika waktunya nanti, laporan akan diteruskan ke Koordinasi Audit Umum,” seperti yang dicatat Reuters dari dokumen CoA, dilansir dari Bitcoin.com, Sabtu (18/9/2021).

Di samping, sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya dari Cristosal mengatakan bahwa pengaduan yang ditulis ke CoA “telah diterima.”

CoA diakui memiliki kekuatan untuk memulai proses penyelidikan itu karena pendemo berharap otoritas itu bisa mengungkap unsur-unsur yang mencurigakan. [ba]

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }