Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Pendiri Twitter Sampaikan, Hiperinflasi Akan Terjang AS dan Dunia, Semakin Giat Investasi Kripto?

Pendiri Twitter, Jack Dorsey menyampaikan, bahwa hiperinflasi akan menerjang Amerika Serikat (AS) dan dunia. Elon Musk turut mengiyakan. Inikah sinyal, bahwa kita semakin giat berinvestasi di kripto, seperti Bitcoin?

Pendiri Twitter: Hiperinflasi Akan Landa AS dan Global

CEO Twitter dan Square Jack Dorsey, mencuit peringatan tentang hiperinflasi di AS, pada  Jumat lalu. Dorsey memang terkenal sebagai pembela kripto, khususnya Bitcoin sejak tahun 2011.

“Hiperinflasi akan mengubah segalanya. Itu terjadi,” tulisnya.

Komentar pun membanjiri cuitan itu. Pada saat penulisan, cuitan telah mengumpulkan lebih dari 7 ribu komentar dan telah disukai 70,1 ribu kali dan di-retweet 22,9 ribu kali. Dalam cuitan lanjutan, Dorsey menekankan, bahwa itu itu akan segera terjadi di AS, dan begitu juga di dunia.

Tampak Elon Musk di pembela Bitcoin juga turut menanggapi pendapat Dorsey.

“Saya tak yakin apakah hiperinflasi akan di periode panjang. Namun, saya melihat dalam jangka pendek akan terjadi inflasi,” sebut Elon.

Potensi Hiperinflasi

Ramalan soal inflasi sebenarnya sudah dikumandangkan jauh sebelum pandemi COVID-19, karena kondisi ekonomi global masih rapuh sisa krisis keuangan tahun 2008 silam. Kebijakan ekonomi yang pincang di banyak negara ditengarai sebagai penyebab utamanya. Tidak heran kesenjangan antara kaum miskin dan kaya tidak pernah berubah.

Cuitan Dorsey juga tak datang tanpa data. Pasalnya, inflasi harga konsumen mendekati level tertinggi 30 tahun di AS dan ada kekhawatiran yang meningkat bahwa masalahnya bisa lebih buruk daripada apa yang dipimpin oleh pembuat kebijakan.

Inilah yang dikhawatirkan munculnya inflasi lebih parah alias hiperinflasi, di mana harga barang jasa meningkat dengan cepat.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengakui pada hari Jumat bahwa tekanan inflasi kemungkinan akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya dan dapat berjalan sampai tahun depan.

Namun, banyak orang tidak setuju dengan bos Twitter bahwa hiperinflasi akan terjadi di AS.

Patrick Horan, Manajer Program Kebijakan Moneter di Mercatus Center di Universitas George Mason, berpendapat, di Amerika Serikat, hiperinflasi tidak bakal terjadi.

Rekannya, Lawrence White, Profesor ekonomi di universitas yang sama, menimpali.

“Yang terjadi adalah inflasi yang lebih tinggi, bukan hiperinflasi (kecuali di Venezuela),” sebutnya.

Daniel Drezner, Profesor di Fletcher Universitas Tufts, juga tak setuju. Menurutnya hiperinflasi yang nyata adalah di di Ukraina pada awal 1990-an.

“Tidak di AS,” sebutnya.

Ekonom Steve Hanke, seorang skeptis Bitcoin yang membanggakan dirinya sebagai ahli inflasi dan hiperinflasi pun angkat bicara.

“Ada 62 hiperinflasi yang jelas dalam sejarah dunia. Saat ini, tidak ada negara yang mengalami hiperinflasi. Jack seharusnya tahu lebih baik daripada men-cuit pernyataan publik yang tidak bertanggung jawab,” sebutnya.

Kendati banyak para pakar yang berbeda pendapat dengan Dorsey, pihak lain bahwa setuju, sembari mengatakan bahwa itulah momen paling tepat untuk berinvestasi Bitcoin dan bahwa kelak bank sentral akan menjadi Bitcoin sebagai cadangan devisa.

Ini selaras pula dengan pendapat Kementerian Keuangan Rusia beberapa pekan lalu. Menurut mereka kripto bisa menjadi cadangan keuangan Rusia menggantikan dolar AS yang nilainya terpuruk sejak tahun 1980-an.

Harga Bitcoin Diprediksi Capai US$100.000 dalam Enam Bulan

Namun, terkait itu, Vladimir Putin masih mengakui keunggulan dolar AS sebagai satuan perdagangan minyak mentah secara global. Itu sulit digantikan untuk saat ini. [ps]

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }