Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Pendiri Tokoin Dilaporkan ke Mabes Polri, Kerugian Mencapai Rp3,8 Milyar

Reiner Bonafisius Rahardja (RBR) motivator muda yang juga dikenal sebagai Pendiri Tokoin, dilaporkan oleh puluhan investor ke Mabes Polri pada Senin (13/7/2021) lalu. Ia dituding menggelapkan transaksi kripto dan dana investasi kapal ikan milik 26 orang.

Eks CEO Tokoin Reiner Rahardja dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang oleh para korban. Reiner yang dikenal sebagai motivator dan pengusaha muda itu

Dilansir dari JPNN, Kamis (15/7/2021), sebanyak 26 investor itu merupakan rekan bisnis Reiner.

Menurut Sendi Sanjaya selaku kuasa hukum para pelapor, ada dua dugaan tindak pidana yang dilaporkan.

“Mereka telah lama mendiskusikan permasalahan dugaan tindak pidana ini, namun baru sekarang mereka berani melaporkan yang bersangkutan [RBR-Red],” kata Sendi, dilansir dari JPNN.

Sendi mengungkapkan, para pelapor sebenarnya sudah berusaha menawarkan jalan musyawarah sebagai solusi atas masalah ini.

Total Kerugian Rp3,8 Milyar

Dari sumber lain, yakni Tempo, Sendi menjelaskan, dugaan penipuan terjadi saat Reiner menjanjikan keuntungan berlipat dari investasi koin digital atau kripto.

Setelah investor menyetor Rp5,9 milyar, jumlah kripto yang diberikan Reiner kepada kliennya masih kurang sebesar 65 persen. Hingga 1 tahun, jumlah kekurangan itu tidak juga diberikan.

“Akibat perbuatan tersebut, para pelapor mengalami kerugian total sebesar Rp3,8 milyar,” ujar Sendi.

Kripto dan Kapal Ikan Itu

Pada dugaan penipuan investasi kapal ikan, kasus berawal saat kapal tangkap yang dibeli Reiner menggunakan dana investor tak kunjung berlayar seperti yang dijanjikan. Bahkan para investor pun belum pernah melihat kapal tersebut.

Akibat hal tersebut, delapan investor kapal ikan mengalami kerugian hingga Rp3 milyar.

Kepada Tempo, Reiner mengatakan belum bisa memberikan tanggapan soal kasus ini.

“Sebentar, ya, saya masih di rumah sakit rawat ibu saya yang terkena Covid-19,” kata Reiner kepada Tempo.

Menanggapi kasus yang dihadapi Reiner, Tokoin mengatakan Reiner sudah tidak lagi menjabat sebagai CEO di perusahaan tersebut sejak 25 Desember 2020.

Manajemen mengatakan persoalan penggelapan kripto ini tak ada kaitannya dengan Tokoin.

“Ini sepenuhnya masalah pribadi,” ujar manajemen Tokoin.

Atas dasar itu, mereka secara resmi melaporkan kedua kasus ini kepada polisi, dengan harapan mendapat keadilan.

“Mengenai ada atau tidaknya keterlibatan Tokoin dalam permasalahan ini, kami selaku kuasa hukum para korban tidak mengetahuinya. Kami melaporkan Reiner karena semua bukti transfer dana ditujukan ke rekening Reiner,” pungkas Sendi.

Berdasarkan penelusuran HarianKripto di akun Instagram motivator muda itu, sejumlah foto ibu Reiner memang benar sedang dirawat di rumah sakit. [st]

Protected with blockchain timestamps

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }