Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Penambang Bitcoin di Negara Ini Wajib Bayar Ekstra Listriknya.

Beberapa penambang Bitcoin diketahui telah memindahkan operasi mereka ke negara tetangga dari Tiongkok, Kazakhstan, karena tekanan demi tekanan yang mereka dapatkan dari pemerintah Tiongkok sehingga para penambang lebih memilih untuk pergi.

Kabar terbarunya, negara tersebut kini telah memiliki undang-undang baru yang akan membebankan biaya tambahan untuk konsumsi listrik khusus bagi para penambang kripto.

Penambang Bitcoin Wajib Bayar Ekstra Listrik

Berdasarkan laporan dari News Bitcoin, Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev belum lama ini telah menandatangani undang-undang baru yang mengamandemen UU republik Asia Tengah “tentang pajak dan pembayaran wajib lainnya ke anggaran.”

Dalam aturan baru tersebut, telah diperkenalkan biaya baru sebesar 1 tenge Kazakhstan (sekitar US$0,0023) per kilowatt-jam (kwh) yang digunakan oleh penambang kripto. Tarif listrik baru ini akan mulai diberlakukan per tanggal 1 Januari 2022.

Pihak berwenang di Nur-Sultan mengklaim bahwa biaya tambahan ini akan membawa para penambang kripto keluar dari ‘ekonomi abu-abu’ sehingga posisinya akan lebih jelas dalam operasinya di negara tersebut.

“Saya tidak dapat memperkirakan konsekuensi kritis dari adopsi [RUU] ini.. Parlemen telah menyetujui versi pemerintah dari amandemen yang awalnya diusulkan,” kata Albert Rau, anggota parlemen yang menajdi penulis RUU, dilansir dari News Bitcoin, Kamis (1/6/2021).

Namun, perwakilan dari sektor kripto tidak setuju dengan langkah Rau, dengan memperingatkan bahwa langkah tersebut datang pada saat yang sangat tidak tepat.

Anggota Asosiasi Nasional Industri Blockchain dan Pusat Data Kazakhstan mengatakan bahwa keputusan itu akan berdampak sangat negatif pada daya tarik investasi industri.

Memang, negara ini telah menjadi pusat perhatian para pelaku industri sejak larangan pemerintah Tiongkok menyerang para penambang kripto, sehingga investasi di sektor ini kemungkinan akan turut menyusul seiring perpindahan penambang ke negara tersebut.

Kazakhstan Menjadi Pusat Perhatian

Sebelumnya, Bit Mining yang berbasis di Shenzhen telah mengumumkan rencana untuk membangun pusat data penambangan 100 MW di Kazakhstan dalam kemitraan dengan dua perusahaan lokal.

Selain itu, produsen perangkat keras penambangan, Canaan, telah mendirikan pusat layanan purna jual di Kazakhstan karena semakin banyak penambang China yang ingin berpindah ke wilayah Asia Tengah.

Apapun keputusannya, tempat yang nyaman untuk berbisnis penambangan adalah yang terpenting, sehingga mereka dapat menjaga ritme bisnis tanpa terganggu urusan regulasi yang menghambat, bahkan menekan seperti yang dilakukan oleh Tiongkok.

Semoga saja, mulai dari sini, penambangan akan kembali stabil dan Bitcoin dapat pulih kembali menuju harga tertingginya, bahkan melampauinya. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }