Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Pembatasan Tiongkok Terhadap Bitcoin Justru Baik?

Pembatasan Tiongkok terhadap Bitcoin justru dinilai baik untuk aset kripto nomor wahid itu, kata Pendiri dan CEO Crypto Ballet, Bobby Lee.

Ia menegaskan mengatakan peran aktif Tiongkok dalam mengatur Bitcoin, mulai dari transaksi ke perbankan hingga pertambangan, tidak akan menghalangi nilai BTC.

Baginya, itu akan menguntungkannya, tegas Lee di acara Keynote Konsensus 2021, Selasa (25/5/2021), melansir Coindesk.

Hubungan Rumit Tiongkok dan Bitcoin

Banyaknya larangan yang diberitakan media selama ini, nyatanya gesekan itu telah dimulai sejak 2013, silam.

Hanya saja, tahun 2021 ini terasa lebih ketat daripada sebelumnya, sehingga ditafsirkan bisa menekan nilai Bitcoin karena transaksinya menjadi sangat terbatas.

Pada tahun 2013 misalnya Pemerintah Tiongkok mengakui Bitcoin sebagai aset virtual namun melarangnya sebagai alat transaksi barang dan jasa.

Hingga detik ini pun pemerintah Tiongkok tak melarang warganya memiliki Bitcoin dan aset kripto lain, termasuk menambangnya.

Hanya saja kebijakan tahun 2021 ini, warga yang memiliki aset kripto mungkin tak bisa lagi menukar aset kripto mereka menjadi yuan, lewat bursa kripto yang sebelumnya terhubung dengan bank.

Soal pengetatan aktivitas menambang, bagi Tiongkok harus selaras

Kesimpulan saat ini adalah cakupan peraturan oleh Tiongkok itu semakin luas dan cukup berdampak serius.

Tak heran para penambang asal Tiongkok berencana memindahkan operasionalnya ke Amerika Utara ataupun ke Eropa, misalnya di Rusia dan Ukraina.

“Mereka jarang mengubah aturan. Karena dengan mengubah aturan, bisa jadi sangat kontroversial. Apa yang mereka lakukan adalah mengubah penegakan hukum,” sambung Lee.

Petambang Akan Hijrah

Terkait akan hijrahnya para penambang BTC dari Tiongkok ke negara lain, Lee tak menampik kemungkinan itu.

Namun, itu bukan berarti kemunduran bagi nilai BTC, karena saat ini Tiongkok mendominasi tambang Bitcoin sedunia yang mencapai 65 persen.

“Hanya karena Tiongkok memiliki banyak kekuatan hash penambangan, bukan berarti Tiongkok mengontrolnya. Ini benar-benar menjadi cobaan yang baik bagi BTC jika pemerintah Tiongkok benar akan menyingkirkan semua aktivitas penambangan. Jika itu terjadi, penambang BTC akan hijrah ke negeri lain,” ucap Lee.

Di Amerika Serikat (AS) misalnya, para sudah penambang berkomitmen terus menggunakan sumber energi listrik terbarukan.

Itu terjadi setelah terbentuknya Dewan Tambang Bitcoin AS yang digagas oleh Elon Musk dan Michael Saylor.  [ba]

Protected with blockchain timestamps

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }