Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

NU: Jika Kripto Penuh Ketidakpastian, Maka Jangan Gunakan

Sama seperti aset investasi lainnya, kripto pun tidak luput dari dugaan halal dan haram yang masih menahan minat para calon investor. Kini, NU (Nahdlatul Ulama) telah berbagi pandangan bersama dengan lembaga islam lainnya untuk menghilangkan bias di kalangan masyarakat.

Pandangan NU Terhadap Kripto

Berdasarkan laporan dari portal berita NU, Pendiri Islamic Law Firm (ILF) dan Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid telah menginisiasi kegiatan Bahtsul Masail untuk membahas halal dan haram transaksi kripto.

Hal ini diadakan karena banyaknya pertanyaan karena kripto sudah kian popular dan menarik minat para calon investor.

Putri dari almarhum Gus Dur itu mengatakan bahwa uang kripto dinilai halal oleh sebagian pihak karena mereka berargumen bahwa sistem mata uang kripto sebagai alat tukar justru lebih terbebas dari riba dibanding dengan uang fiat dan bank konvensional karena sistem blockchain menjalankan transaksi langsung tanpa perantara atau peer-to-peer.

Yenny pun berpendapat, kripto juga masih akan tetap berstatus halal selama belum dilarang oleh pemerintah atau negara.

Yenny Wahid, Pendiri Islamic Law Firm (ILF) dan Direktur Wahid Foundation.

Dan dari sudut pandang yang mengatakan haram, itu karena kripto memiliki unsur ketidakpastian yang tinggi.

Harganya bisa berubah sangat cepat (sangat volatil) tanpa sentimen yang jelas, sehingga hampir serupa dengan perjudian.

Bahtsul Masail

Dalam bahtsul masail virtual yang diadakan pada akhir pekan kemarin, ILF menghadirkan sejumlah ulama, yaitu Pengasuh Pesantren Sukorejo KH Afifuddin Muhajir, Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang KH Abdul Ghofur Maimun, Wakil Ketua LBM PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali, serta KH Asyhar Kholil dan Habib Ali Bahar.

Selain itu narasumber umum yang ahli di bidangnya juga turut dihadirkan, yaitu Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Indrasari Wisnu Wardhana, Bursa Efek Indonesia Pandu Patra Sjahrir, Founder dan CEO PT Pintu Kemana Saja Jeth Soetoyo, dan Co-Founder dan CEO Indodax Oscar Darmawan.

Berdasarkan laporan portal berita NU, berikut adalah hasil dari bahtsul masail mengenai status halal-haram dari kripto:

1. Aset kripto adalah kekayaan (mal) menurut fikih. Jadi aset kripto yang sedang kita bicarakan itu harta dalam tinjauan fikih. Pengertiannya adalah kalau harta ini dicuri, maka harus disanksi pencurian, kalau dirusak, maka harus diganti.

2. Karena dia kekayaan, maka sah dipertukarkan sepanjang tidak terjadi gharar (ketidakpastian). Kenapa begitu? Karena, terjadi perbedaan pandang antara musyawirin (ulama perumus) apakah transaksi cryptocurrency itu terjadi gharar atau tidak. Sebagian mengatakan cryptocurrency terjadi gharar, sebagian yang lain mengatakan cryptocurrency tidak terjadi gharar.

Sifat dari gharar itu sendiri adalah debatable, ini karena orang melihat dari sudut pandang masing-masing.

Meski demikian, para ulama bahtsul masail sepakat bahwa transaksi kripto harus tidak ada gharar, hanya saja terkait hal ini para ulama berbeda pendapat.

Sehingga, jika yang mengatakan di dalam cryptocurrency ada gharar, maka itu tidak diperkenankan.

Bagi yang mengatakan itu tidak ada gharar, sebagaimana juga didukung ulama bahtsul masail, maka cryptocurrency boleh dipertukarkan.

3. Menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah melakukan transaksi ini, jika tidak memiliki pengetahuan tentang mata uang kripto.

4. Mendorong pemerintah agar membuat regulasi yang ketat untuk menghindari penyalahgunaan dan penyimpangan transaksi kripto.

Selain itu didapat juga penjelasan bahwa kripto hadir dalam dua jenis, yakni kripto yang dilandasi pada aset riil seperti emas dan perak, serta kripto yang tidak dilandasi aset riil.

Untuk kripto yang tidak dilandasi aset riil, ini tidak begitu dibahas dalam forum tersebut karena para ulama dan kiai melihat jenis mata uang kripto ini “tidak memiliki masalah”.

Kesimpulannya, kripto adalah aset yang halal untuk digunakan sebagai investasi dan untuk dipertukarkan selama Anda tidak berpandangan ada gharar, sehingga bias halal-haram yang saat ini sangat santer dibicarakan mudah-mudahan sudah terjelaskan dengan baik. Salam to the moon. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }