Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Nilai Sesungguhnya dari Metaverse, Itu Menjadi Pertanyaan Besar Saat Ini

Konsep metaverse saat ini benar-benar menjadi sesuatu yang berbeda, di mana nilainya tampak begitu besar karena kehadiran Facebook (sekarang Meta) di sektor ini.

Dulu, metaverse juga sudah hadir melalui perangkat augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), namun tidak begitu mempengaruhi kehidupan. Apa yang membedakannya dengan saat ini? Mengapa investasi begitu banyak yang masuk dibandingkan dulu?

Nilai dari Metaverse

Pada dasarnya, metaverse adalah konsep yang menggabungkan antara realitas virtual, teknologi mutakhir, game, sosial media, jaringan terbaru 5G, kecerdasan buatan (AI) dan akun digital seperti email.

Dan saat ini, metaverse juga lekat dengan aset kripto dan juga teknologi blockchain.

Kami meyakini, apa yang membuat metaverse saat ini benar-benar berbeda, dalam konotasi yang positif, adalah hadirnya teknologi blockchain dan kripto di dalamnya.

Seperti yang kita tahu, blockchain telah memungkinkan adanya sebuah sistem yang terdesentralisasi (tidak terpusat). Ini memungkinkan terwujudnya harapan orang-orang agar lebih privasi di dunia virtual.

Terkoneksinya konsep ini dengan aset kripto juga menjadi sebuah kolaborasi yang menarik karena industri kripto sendiri masih menjadi yang terpanas dalam benak masyarakat.

Itu kemungkinan yang menjadi salah satu dasar masuknya uang investasi dalam jumlah besar ke sektor ini, dibandingkan masa-masa perangkat VR dan AR beberapa tahun lalu.

Karena konsep terdesentralisasi, banyak pengamat dan tokoh yang mengharapkan tidak adanya sistem kendali dari salah satu, atau beberapa perusahaan besar di sektor ini.

“Selama beberapa dekade mendatang, metaverse memiliki potensi untuk menjadi bagian bernilai triliunan dolar dari ekonomi dunia, terbuka untuk semua perusahaan di seluruh dunia secara setara.. Kebijakan Apple dan Google melarang perusahaan lain membuat metaverse sehingga mereka dapat mendominasinya sendiri dan mengenakan pajak. Kita tidak boleh membiarkan kedua perusahaan ini mendominasi kehidupan digital kita,” kata CEO dari Epic Games Inc., Tim Sweeney, dilansir dari Market Watch, Rabu (24/11/2021).

Diketahui, Sweeney juga telah telah menggugat Apple dan Google di pengadilan federal karena perilaku antimonopoli.

Hal tersebut terjadi saat Sweeney membandingkan metaverse dengan toko aplikasi universal yang bekerja di semua sistem operasi dan menawarkan pengembang alternatif untuk dominasi Apple dan Google dalam ekosistem smartphone.

Sweeney pun memandang metaverse akan menjadi proyek milyaran dolar AS dan akan menjadi sangat besar. Tetapi, ini akan memakan waktu setidaknya 10 tahun untuk terwujud secara sempurna dan merata. [st]

 

 

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }