Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

NFT Booming, Bakal Jadi Aset Seni yang Bubble Berikutnya?

Tak terhitung lagi, berapa jumlah uang dari para kolektor yang telah habis untuk membeli NFT (Non Fungible Token). Bakal jadi aset seni yang bubble berikutnya?

Di samping booming-nya aset digital satu ini, ledakannya dikhawatiran memicu gelembung baru. Ya, karya seni teknologi yang menggelembung dan siap pecah.

Sebab, satu di antara alasannya ialah orang-orang yang membeli barang-barang digital ini tidak menerima return yang jelas.

Bayangkan saja. Ketika kamu memiliki lima uang kertas dengan nilai US$1, maka uang kertas itu dapat kamu tukar dengan satu lembar uang kertas senilai US$5.

Lain halnya dengan NFT,  digital item ini tidak dapat dipertukarkan. Maka dengan mutu yang unik itu, harganya pun bisa jadi “unik”.

Contohnya, kartu Pokemon, sepatu kets edisi terbatas atau lukisan Monalisa.

Nah! Dalam konteks aset digital, NFT pada dasarnya adalah bukti asal, atau perihal rincian riwayat; asal, keaslian, kepemilikan dan rincian transaksi.

Dengan booming-nya perdagangan NFT baru-baru ini, rasa kekhawatiran juga meningkat bahwa ini merupakan gelembung kripto terbaru.

“Jika aset kripto atau NFT secara keseluruhan, ada gelembung. Ada banyak gelembung dan gelembungnya cukup besar. Padahal sebenarnya dihargai rendah,” kata kolektor seni digital Cao Yin, melansir CNA.

Cao Yin sendiri membeli NFT pertamanya pada tahun 2017. Dia membayarnya sekitar US$1.000 hingga US$2.000 dalam bentuk aset kripto ETH.

Dia mengatakan barang-barang itu sekarang dihargai sekitar US$1 juta dan tak berniat menjualnya.

“Alasan sesungguhnya mengumpulkan barang-barang ini adalah untuk membeli rendah dan menjualnya dengan harga tinggi,” kata Cao.

Menurutnya, ia datang dari sudut pandang kolektor untuk merekam perkembangan era digital kripto.

Sementara itu, Goh dari bank OCBC menambahkan dirinya tidak akan mengatakan itu gelembung.

Tetapi ia menilai ada palung dalam pasar dan itu bertambah dengan sendirinya, karena harga tinggi dengan perhatian yang meningkat.

“Namun, investor harus berhati-hati sehubungan dengan platform tempat mereka berinvestasi apalagi hanya melihat aset ini apa adanya,” tambahnya.

Sedangkan, aset yang mendasari NFT dapat berupa apa saja, seperti meme, potret diri digital, bahkan “hewan peliharaan online”.

Begitulah cara NFT pertama kali terjun pada 2017 melalui platform CryptoPunks lalu diikuti oleh CryptoKitties yang sangat popular.

NFT CryptoPunks.

Pasar NFT pun tercatat sudah bernilai sekitar US$250 juta dolar tahun lalu. Dari Januari hingga Maret 2021, omset pun telah mencapai US$200 juta dolar.

Untuk saat ini, NFT hanya dapat dibeli dengan aset kripto ataupun kripto bernilai dolar seperti USDT dan DAI.

Banyak dari pembelian NFT yang menjadi berita utama baru-baru ini telah dilakukan oleh investor kripto.

Termasuk US$69 juta NFT oleh seniman digital Beeple. Tak lama setelah penjualan, Beeple mengonfirmasi bahwa hasil penjualan sudah diubah menjadi uang tunai. [ba]

Protected with blockchain timestamps

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }