Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

NASA dan Epic Games Bangun Platform Metaverse, Apa Menariknya?

Menggandeng pengembang game Fortnite, Epic Games, badan antariksa AS NASA akan membangun platform metaverse.

Dalam kerja sama tersebut, NASA akan membangun tantangan bagi para pengembang untuk menghadirkan pengalaman metaverse Mars.

Platform Metaverse dari NASA 

Berdasarkan laporan News Bitcoin, NASA akan menghadirkan tantangan tersebut untuk tujuan pelatihan, dengan membantunya membangun aset dan skenario virtual reality (VR).

Nantinya, itu akan digunakan NASA untuk penelitan yang berfokus pada aktivitas ekstravehicular di permukaan Mars.

Selain itu, tantangan tersebut juga bertujuan untuk mengisi metaverse NASA yang sudah dimulai, yang disebut “MarsXR.”

Sekadar informasi, MarsXR kini telah memetakan 400 km2 medan di Mars. Itu termasuk siklus siang dan malam secara realistis, yang semuanya dibangun menggunakan tool “Unreal Engine 5” dari Epic Games.

Nantinya, para pengembang dalam tantangan juga akan menggunakan tool dari Epic Games tersebut.

Membangun Pengalaman Virtual 

Dalam tugas tantangan tersebut, NASA ingin menghadirkan pengalaman virtual dalam berbagai kategori, seperti mendirikan perkemahan, penelitian ilmiah, pemeliharaan, eksplorasi dan mengembangkan pikiran.

Tantangan ini akan memberikan total hadiah sebesar US$70.000, untuk 20 orang pemenang.

Menurut laman Herox, tempat NASA memosting tantangannya, sudah ada lebih dari 24 tim dan 237 inovator yang siap berkontribusi pada pembangunan metaverse Mars.

Tampaknya, adopsi berbagai perusahaan akan terus digenjot ke metaverse, di mana Microsot dan Meta Inc. telah mengupayakan ke situ.

Keduanya akan menghadirkan Mesh, aplikasi yang akan menyajikan avatar digital untuk keperluan rapat dan presentrasi.

Tentu saja, Meta akan memperkuat kehadiran Mesh dengan peluncuran “Venues” di platform metaverse-nya, Horizon Worlds.

Sisi Adopsi yang Berbeda 

Tampaknya, platform metaverse terpusat mulai memiliki tempatnya tersendiri, untuk digunakan sebagai tempat melakukan kegiatan terkait perusahaan, seperti rapat dan pengembangan proyek.

Melalui dunia virtual, semua dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan ekspektasi, di saat platform metaverse terdesentralisasi, yang mengadopsi blockchain, berjibaku di sektor yang berbeda.

Decentraland misalnya, yang digunakan untuk peragaan busana, yang terfokus pada kegiatan visual seperti pameran produk.

Kelak, kedua jenis platform metaverse ini kemungkinan akan membangun pangsa pasarnya sendiri. Tidak untuk bersaing, tetapi untuk saling melengkapi kebutuhan para pengguna. Mari kita saksikan. [st]

 

Syofri Taka
Praktisi dunia Saham sepuluh tahun terakhir. Praktisi, pengamat, dan sekaligus penulis kripto sejak 2015

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT