Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Milyarder Ray Dalio Khawatir Regulasi Bitcoin Semakin Diperketat

Sosok milyarder Ray Dalio percaya bahwa jika Bitcoin (BTC) menjadi mata uang yang dipegang banyak orang, maka regulator global dan pemerintah akan mencoba perlahan menghilangkannya.

Proses menuju ke sana, dikatakannya, bisa dengan memperketat regulasi atau aturan untuk memegang koin digital itu.

Investor Bakal Dipersulit Adopsi Bitcoin?

Ke depannya, Ray menduga jika adopsi terhadap kripto terutama BTC dan aset berhasil, maka regulator dan pemerintah akan berusaha menghentikan kemajuan itu.

Keraguannya terhadap pemerintahan semakin besar, usai pada saat yang sama, Tiongkok dan India, juga melakukannya.

Ray bilang, ada beberapa poin penting perihal potensi pengetatan adopsi terhadap mata koin nomor satu dunia ini, sebagaimana dilansir, Kamis (16/9/2021) dari laman Cryptopotato.

Beberapa catatan dalam wawancara itu mengungkapkan;

  • Pendiri Bridgewater ini mengakui bahwa dia telah mengalokasikan sejumlah portofolionya dalam Bitcoin setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun mempelajari kripto.
  • Meskipun berhasil membeli banyak BTC, milyarder berusia 72 tahun itu rupanya masih meragukan kesuksesannya di masa depan. Hal itu seiring dengan keraguannya terhadap regulator dan pemerintah.
  • “Berbicara tentang potensi Bitcoin, saya pikir pada akhirnya jika itu benar-benar berhasil, mereka akan menghilangkannya, dan mereka akan mencoba membunuhnya,” beber dia.
  • Ia juga mengutarakan, bahwa otoritas pemerintahan semacam itu tetap akan menjadi pemenang karena mereka “memiliki cara untuk membunuhnya”.
  • Ray Dalio juga menyinggung El Salvador yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Momen bersejarah ini, bagaimanapun, lanjut dia, tidak cukup baginya untuk memperkuat status BTC sebagai pendatang baru.
  • Sementara, berbanding dengan negara-negara lain, dengan populasi, ukuran dan PDB yang jauh lebih besar, seperti Tiongkok dan India justru mencoba menghentikan laju dominasi BTC. Dua Negara ini digadang-gadang berusaha menyingkirkan popularitas BTC.
  • Tiongkok dikabarkan terus-menerus menguraikan larangannya terhadap industri kripto, sedangkan India masih ragu-ragu dalam pendekatannya.
  • Di sisi lain, AS ditengarai tengah merenungkan bagaimana upaya penerapan peraturan seputar Bitcoin dan meningkatkan kendalinya atas seluruh ruang. Akibatnya, Dalio percaya peraturan hanya akan merusak ekosistem yang ada.
  • Dia lalu menyimpulkan bahwa pertanyaan paling penting yang harus dijawab oleh investor sendiri ialah apakah mereka memiliki diversifikasi yang cukup untuk portofolio mereka di saat adanya ketidakpastian ekonomi?
  • Catatan akhirnya, saran Dalio ialah mereka perlu mencari perlindungan dengan uang tunai, apakah itu emas yang terbukti secara historis atau aset lainnya, seperti Bitcoin, yang bisa lebih spekulatif.

Mata Uang Alternatif

Sebelumnya, Kepala Investasi di Blackrock Rick Rieder juga telah mengapresiasi positif BTC dengan memposisikannya sebagai mata uang alternatif menggantikan pembayaran konvensional saat ini.

“Bagian dari mengapa saya memiliki sebagian kecil BTC karena saya pikir nantinya banyak orang akan memasuki kekalutan dalam mata uang fiat dari waktu ke waktu. Dari situ saya bisa melihat Bitcoin bakal naik signifikan,” kata Rieder. [ba]

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }