Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Menimbang Aset Kripto BitTorrent (BTT)

Menimbang aset kripto BitTorrent (BTT) sejatinya cukup relatif. Tetapi, faktor fundamental proyeknya memberikan gambaran utuh soal nilai dan harganya di masa depan.

Ketika artikel ini disusun, BTT menempati peringkat ke-37 dari 100 besar aset kripto berkapitalisasi pasar besar versi Coinmarketcap.com.

Setelah mencetak harga puncak pada 21 April 2021 lalu, harganya kini tergolong murah di sekitar Rp101 per BTT.

Kajian Fundamental

Aset kripto yang berada di 100 besar sebenarnya cukup menarik dilirik.

Pasalnya, peringkat itu sebagai penentu utama, apakah pasarnya masih kuat atau tidak. Dan untuk meraih peringkat 100 besar juga tidak mudah.

Faktor terpenting di sini adalah soal proyek apa yang sedang digarap oleh sang empunya, yakni Justin Sun, yang juga pendiri Tron Foundation.

Itu terkait pula dengan blockchain Tron yang beraset kripto Tronix (TRX) itu yang juga masuk di 100 besar.

BTT diterbitkan sebagai sebuah token di blockchain Tron itu.

BTT sendiri berdiri independen di perusahaan BitTorrent.

Perusahaan itu termasuk besar dan berpengaruh di urusan berbagi data, yang didirikan pada tahun 2000 silam.

Anda yang senang mengunduh dan berbagi file menggunakan torrent, pasti sudah akrab dengan piranti lunak yang peer-to-peer itu.

Nah, pada Juni 2018, Justin Sun resmi membeli perusahaan itu senilai US$140 juta.

Langkah itu langkah yang sangat bersejarah, karena piranti lunak dan sistem BitTorrent sendiri digunakan oleh jutaan pengguna aktif di seluruh dunia.

Nilainya yang relatif besar itu pun mendapatkan liputan media-media besar, seperti Forbes, Bloomberg, CNN dan lain sebagainya.

Lantas apa yang ditambahkan Sun di BitTorrent sebagai sebuah sistem?

BTT dan Seed File

Ada beberapa hal. BTT dijadikan sebagai elemen imbalan kepada pengguna. Misalnya seseorang yang terus menerus menyimpan seed file di jaringan BitTorrent akan mendapatkan imbalan BTT.

Seed file ini perannya sangat penting agar memudahkan sebuah file diunduh.

Sebelum dibeli oleh Sun, mekanisme imbalan ini tidak ada sama sekali. Praktis berdasarkan kerelaan masing-masing pengguna saja.

Semakin banyak jumlah seed file di simpul jaringan, maka semakin cepat file itu diunduh. Apalagi jika file itu sangatlah besar.

BTT untuk DLive

BitTorrent juga adalah komponen penting imbalan di platform streaming video, DLive. Ini mirip seperti Twitch yang digunakan oleh para gamer.

File System untuk NFT

Justin Sun dan rekan-rekan saat ini tengah mempersiapkan fitur baru agar BitTorrent File System (BTFS) kompatibel dengan penerbitan dan distribusi Non-Fungible Token (NFT).

BTFS adalah hasil fork dari kode sumber Interplanetary File System (IPFS) yang beraset kripto Filecoin (FIL).

IPFS ini digunakan sangat masif di pasar NFT yang bernilai pasar triliunan rupiah per hari sejak tahun 2020.

Semua file yang direpresentasi oleh token disimpan di IPFS.

Artinya, dengan permintaan yang besar di NFT, maka kebutuhan terhadap IPFS dan BTFS akan terus naik juga.

Di sini Anda bisa memahami logika linearnya. Jikalau kelak BTFS rampung kompatibel dengan NFT, maka value aset kripto BTT akan terdongkrak dengan sendirinya.

Dan ingat sistem BitTorrent sendiri digunakan oleh jutaan pengguna saat yang siap menampung permintaan ramainya NFT.

Siapakah Justin Sun?

Justin Sun lahir di Xining, Qinghai, Tingkok, 30 Juli 1990. Ia merupakan alumnus University of Pennsylvania dan Peking University.

Ia pernah menjabat sebagai CEO of Rainberry Inc sejak tahun 2018 hingga sekarang.

BTT adalah token utilitas TRC-10 berdasarkan pada blockchain yang memberdayakan fitur protokol dan aplikasi terdesentralisasi paling popular di dunia.

Bahkan jumlah USDT (Tether) terbanyak diterbitkan di Tron, dibandingkan di versi Ethereum.

Peluang Naik Terus

Secara umum pasar aset kripto memang melonjak. Permintaan terhadap semua aset kripto, apalagi yang berharga murah seperti BTT ini.

Tak heran harga BTT juga naik drastis pada saat yang hampir bersamaan dengan harga aset kripto lain.

Selama setahun terakhir, harga BTT naik dari Rp3,60 menjadi Rp206, atau tumbuh sekitar 5622 persen.

Tanjakan hebat dimulai sejak 7 Februari 2021. Harganya tiba-tiba melonjak dari Rp7 menjadi Rp28 per 11 Februari 2021 lalu.

Meskipun sempat terjerembab pada harga Rp14, namun BTT kembali bangkit ke Rp27.

Pada pekan ketiga April 2021, harga BTT berada diambang Rp114 hingga Rp120 per 18 April 2021 pada malam hari di beberapa sejumlah bursa.

Selama sepekan terakhir, harga BTT praktis sideways. Kondisi seperti ini penuh ketidakpastikan, karena tekanan jual bisa terjadi kapan saja.

Kesimpulan

Menilai potensi pasar aset kripto tak hanya secara teknikal yang kerap kali mengabaikan fakta fundamentalnya.

Menilai aset kripto harus tetap di koridor pengembangan teknologinya, selaras dengan perkembangan pasar.

Kami melihat pasar NFT akan terus terdorong naik, seperti pasar DeFi yang melonjak sepanjang tahun 2020 hingga saat ini.

Hanya saja, BTFS di pasar NFT harus bersaing ketat dengan IPFS yang disokong oleh perusahaan besar, termasuk ConsenSys.

Penambangan Filecoin (FIL) juga sangat didominasi di Tiongkok, tempat lahir Justin Sun.

Berdasarkan jadwal versi terbaru BitTorrent agar bisa menyokong NFT akan digelar pada kuartal kedua tahun ini juga. [red]

Protected with blockchain timestamps

Ridho Riyadhhttps://www.hariankripto.id/
Setiap langkah kecil menulis tentang aset kripto adalah langkah besar untuk masa depan keuangan dunia. Jangan kita lapuk demi fiat money yang sudah lapuk dan tergerus.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }