Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Mengenal Indikator Parabolic SAR

Dalam analisa teknikal Bitcoin dan mata uang kripto lainnya, kemampuan untuk memproyeksikan tren harga sangatlah penting, di mana ini adalah salah satu hal yang wajib dimiliki dalam trading plan. Untuk itu, peran dari alat bantu berupa indikator sangatlah diperlukan, dan salah satu yang bisa kita andalkan adalah Parabolic SAR.

Mengenal Parabolic SAR

Menurut ulasan Investopedia, Parabolic SAR adalah indikator teknikal yang digunakan untuk memproyeksikan arah harga suatu aset, termasuk aset digital seperti Bitcoin dan kripto lainnya, serta memberi sinyal ketika arah harga akan berubah.

Indikator ini pun juga sering dikenal sebagai “sistem berhenti dan pembalikan”, Parabolic SAR dikembangkan oleh J. Welles Wilder Jr., yang juga menciptakan indikator Relative Strenght Index (RSI).

Pada grafik, indikator ini akan muncul sebagai serangkaian titik yang ditempatkan baik di atas atau di bawah candle harga. Sebuah titik di bawah harga dianggap sebagai sinyal bullish, sedangkan sebuah titik di atas harga digunakan untuk mengilustrasikan bahwa bear sedang memegang kendali dan bahwa momentum kemungkinan akan tetap turun.

Ketika titik-titik itu terbalik, ini akan memberi sinyal bahwa potensi perubahan arah harga akan terjadi. Misalnya, jika titik-titik tersebut berada di atas harga, saat mereka membalik di bawah harga, itu bisa menandakan kenaikan harga akan berlanjut.

Menggunakan indikator Parabolic SAR untuk menentukan keputusan jual dan beli.

Saat harga kripto naik, titik-titiknya juga akan naik, pertama-tama akan terbentuk perlahan dan kemudian bertambah cepat dan berakselerasi mengikuti tren. SAR mulai bergerak sedikit lebih cepat saat tren berkembang, dan titik-titik akan segera mengejar harga.

Parabolic SAR akan memberikan hasil yang berbeda ditiap time frame yang digunakan, sehingga untuk hasil yang lebih baik, Anda disarankan untuk bertransaksi hanya dengan mengandalkan satu jenis time frame saja (misal 1 jam, 4 jam, ataupun harian) dan jangan menggunakan banyak time frame karena ini akan menimbulkan keragu-raguan dalam mengambil keputusan transaksi.

Berdasarkan sifatnya, Parabolic SAR adalah indikator yang akan bekerja dengan baik dalam kondisi pasar yang sedang tren, sehingga saat sideways akurasi dari indikator ini akan cukup berkurang sehingga akan banyak membentuk sinyal palsu yang perlu diwaspadai.

Selain membantu kita memproyeksikan tren harga, indikator ciptaan Welles Wilder ini pun dapat membantu kita untuk menempatkan posisi stop loss (perintah untuk menutup transaksi rugi yang biasanya digunakan di pasar berjangka).

Misalnya, saat harga bergerak dalam tren naik, maka kita bisa menempatkan stop loss di kisaran titik pertama munculnya indikator SAR yang berarti, jika stop loss ini tereksekusi, maka bisa diartikan, sinyal dari indikator ini menjadi tidak valid lagi.

Perlu kita ketahui, indikator ini bersifat mekanis dan akan selalu memberikan sinyal baru untuk memberikan proyeksi dari kenaikan ataupun penurunan harga.

Dan sekedar saran, jika harga sedang dalam downtrend (tren penurunan), lebih baik kita mengambil peluang dari indikator SAR untuk posisi sell (jual) saja karena dalam tren ini, peluang kenaikan menjadi lebih rendah dan rentan menjadi sinyal palsu, begitupun sebaliknya.

Bagi Anda yang merasa kurang mantap saat menggunakan SAR, Anda bisa mengkombinasikannya dengan indikator lain seperti Moving Average (MA) ataupun Stochastic tergantung dari cara dan gaya Anda dalam melakukan analisa dan mengambil risiko di setiap transaksi. Salam profit. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }