Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Mengenal Indikator Moving Average

Dalam analisa teknikal Bitcoin dan mata uang kripto lainnya, kemampuan untuk membaca arah tren dan mendapatkan probabilitas yang lebih baik untuk arah harga, sangatlah penting dan wajib dimiliki dalam trading plan. Untuk itu, peran dari alat bantu berupa indikator sangatlah diperlukan, dan salah satu yang bisa kita andalkan adalah Moving Average.

Mengenal Moving Average

Menurut ulasan Investopedia, Moving Average (MA) adalah indikator teknikal yang sangat sederhana yang mengambil data harga secara berkala dan menyajikannya dalam bentuk rata-rata harga yang bisa digunakan untuk membaca kecenderungan tren yang sedang terjadi di pasar, dalam time frame tertentu.

Grafik harga Bitcoin tanpa menggunakan indikator apapun. Grafik menampilkan rangkaian candle stick yang menampilkan dinamika harga. Grafik menggunakan time-frame 4 jam.

Biasanya, para trader akan mengatur indikator MA ini dalam periode waktu hari ataupun minggu, tergantung dari kebutuhan dan gaya transaksi masing-masing trader.

Hal menarik yang bisa diberikan oleh Moving Average adalah, indikator ini dapat bekerja di berbagai time frame dan juga dapat digunakan untuk strategi transaksi jangka pendek (scalping / intraday), jangka menengah (swing trading) ataupun jangka panjang (position trading).

Indikator MA juga dapat membantu mengurangi jumlah “noise” pada grafik harga. Lihatlah arah MA untuk mendapatkan sinyal dasar ke arah mana harga bergerak.

Jika garis mengarah ke atas, harga condong ke bullish, jika ke bawah, dan harga condong ke bearish, dan jika bergerak menyamping, kemungkinan harga akan berada dalam pergerakan sideways.

Selain itu, MA juga memiliki beberapa jenis, yang paling banyak digunakan adalah jenis Simple Moving Average (SMA) dan Eksponensial Moving Average (EMA), di mana dalam EMA biasanya akan jauh lebih cepat bereaksi pada pergerakan harga karena jenis ini memiliki perhitungan yang lebih rumit dengan menerapkan pembobotan yang lebih pada harga terbaru, sehingga lebih update dalam mengikuti dinamika pasar kripto yang volatil.

Menjadi Support-Resistance

Kelebihan yang dimiliki oleh Moving Average adalah indikator ini dapat bertindak sebagai Support ataupun Resistance (SR), bergantung posisinya pada grafik, yang sifatnya dinamis.

Grafik harga Bitcoin, masih pada time-frame 4 jam, menggunakan indikator Moving Average (MA). Ada dua MA, yakni MA5 (garis merah) dan MA10 (garis kuning). Ketika garis MA5 menyilang (crossing) ke atas garis MA10 (lingkaran putih), maka tren harga adalah naik dan sebaliknya. Persilangan itu adalah sinyal untuk beli dan jual.

Berbeda dengan SR normal yang biasanya dibentuk dari satu tarikan garis horizontal, ataupun suatu area berbentuk persegi, SR dinamis dibentuk mengikuti struktur harga berjalan, sehingga dalam tren, Moving Average, sebagai SR dinamis akan terus tersaji dalam titik yang berbeda, sehingga penembusan pada indikator ini bisa dijadikan salah satu acuan adanya pembalikan tren (tidak berlaku pada pasar sideways).

Membaca Tren

Biasanya, para trader akan menggunakan lebih dari 1 buah indikator MA dalam grafiknya, yang bertujuan untuk menemukan keakuratan lebih dalam membaca tren, baik itu kelanjutan (continuation) ataupun pembalikan (reversal) tren.

Untuk pembalikan tren, biasanya pedagang akan menggunakan minimal 2 indikator MA, dimana pembalikan akan ditandai dengan terjadinya persilangan antara indikator yang biasa disebut dengan Cross.

Sinyal jual dan beli berdasarkan indikator Moving Average.

Untuk pembalikan dari bearish ke bullish, biasanya disebut dengan Golden Cross, dan sebaliknya, biasanya disebut dengan Death Cross, dan keduanya ini bisa kita terapkan dalam strategi transaksi jangka pendek hingga panjang.

Yang paling umum, pedagang biasanya menggunakan kombinasi antara EMA10, EMA20 dan EMA50 untuk transaksi harian.

Untuk transaksi mingguan, biasanya menggunakan kombinasi antara EMA50, EMA100 dan EMA200.

Berdasarkan sifatnya, Moving Average adalah indikator yang akan bekerja dengan baik dalam kondisi pasar yang sedang tren yang sangat menonjol, sehingga saat sideways akurasi dari indikator ini akan cukup berkurang sehingga akan banyak membentuk sinyal palsu yang perlu diwaspadai.

Kondisi sideways, terjadi, ketika daya beli dan jual berbobot serupa, sehingga harga bergerak choppy. Kondisi itu juga ditafsirkan terjadinya konsolidasi, memungkinkan harga bergerak ke atas atau ke bawah lebih tinggi daripada sebelumnya.

Bagi Anda yang merasa kurang mantap saat menggunakan Moving Average, Anda bisa memadukannya dengan indikator lain seperti Parabolic SAR ataupun Stochastic tergantung dari cara dan gaya Anda dalam melakukan analisa dan mengambil risiko di setiap transaksi. Salam profit. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }