Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Masa Depan Cerah Sepak Bola di Tangan Kripto

Masuknya rezim sepak bola ke dunia aset kripto dan blockchain kelihatannya akan mengubah sejarah sepak bola dunia dalam waktu singkat.

Sepak bola, yang sudah menyamai posisi sebagai “agama” bagi sebagian masyarakat Barat, sedang berada di titik lompat baru.

Selama ini, di sisi positif, sepak bola identik dengan sisi wajah dunia yang indah. Ungkapan popular di Eropah: Weekend is not weekend without football, menunjukkan bagaimana penggemar sepak bola selalu merindukan Sabtu dan Minggu.

Sepak bola mampu menjadi alat perdamaian dunia, kampanye anti rasisme, menciptakan mimpi indah untuk anak-anak, hingga sumber pertumbuhan ekonomi dunia yang nilainya mencapai triliunan dolar.

Ini beberapa contoh “produksi uang” yang resmi dari dunia sepak bola. Kekayaan Cristiano Ronaldo setara dengan APBD tahunan 40 kabupaten kaya di Indonesia, atau setara 17 triliun rupiah.

Nilai sekali transfer Neymar setara dengan Rp3,6 triliun rupiah. Harta kekayaan Manchester City mencapai US$1 milyar atau setara dengan Rp14 triliun.

Namun,  sisi gelap sepak bola juga tidak kalah mengkhawatirkan. Ia identik dengan mafia, judi, pengaturan skor, intrik transfer pemain yang brutal, penipuan pajak, pemerasan pemain sepak bola, hingga penipuan agen-agen terhadap pemain bola profesional.

Sepak Bola dan Blockchain

Teknologi blockchain, sebuah teknologi pembukuan tercanggih yang pernah ada sejauh ini, telah mampu membuktikan ketangguhannya melalui pasar aset kripto yang bergairah dalam 10 tahun terakhir.

Rezim sepak bola tidak menyiakan-nyiakan teknologi baru itu. Mereka melirik teknologi ini dalam 2 tahun terakhir, namun masih dalam tahapan awal.

Teknologi ini akan menjadi jawaban penyempurna dunia sepak bola untuk mengurai benang kusut mafia bola, mempermudah transfer dan menghilangkan pihak ketiga sebisanya.

Peran Penggemar

Lantas bagaimana peran para penggemarnya? Menggunakan teknologi itu milyaran penggemarnya memastikan dan mempengaruhi tim secara langsung dengan pembelian aset kripto yang terkait masing-masing klub.

Secara sederhana begini, katakanlah aset kripto BAR yang diterbitkan oleh Barcelona. Kinerja pemainnya di lapangan hijau, termasuk isu-isu seputar klub dapat memengaruhi harga BAR.

Jadi sentimen terhadap BAR sangat ditentukan oleh kinerja klub terkait. Ketika harga naik, maka itu bisa jadi mencerminkan citra positif terhadap Barcelona.

Dari penelusuran HarianKripto.id, klub klub besar yang telah memanfaatkan teknologi blockchain, menerbitkan aset kriptonya sendiri.

Jumlahnya masih sedikit, tapi ini akan menjadi tren sendiri, mengingat nilai pasar sepak bola tak akan pernah kecil. Banyak penggemar yang “gila”.

Berikut sejumlah klub yang sudah menerbitkan aset kriptonya sendiri, berdasarkan data dari Socios.com.

Barcelona (BAR), Juventus (JUV), Atletico Madrid (ATM), PSG, AS Roma (ASR), AC Milan (ACM), Manchester City (CITY) dan Galatasary (GAL).

Di bursa aset kripto Binance.com baru beberapa yang diperdagangkan, misalnya BAR, JUV, ATM dan PSG.

Rata-rata aset kripto itu baru diterbitkan pada kuartal pertama tahun 2021.

Masa Depan Sepak Bola

Rezim bola sepak sedang berganti rupa dengan harapan yang lebih baik di seberang sana.

Peluang ini sudah mulai disambar oleh klub-klub besar di dunia.

Tentu akan banyak yang terganggu dengan “dunia pembukuan cerdas” bernama blockchain ini.

Lihatlah nanti para mafia bola, mafia transfer, dan para pengatur skor, mereka “terguncang” dengan sistem baru tanpa perantara ini.

Bagaimana dengan sepak bola Tanah Air? Kami menyarankan klub klub profesional mulai melirik teknologi ini. Mereka harus mencoba menerbitkan aset kriptonya sendiri.

Ini adalah peluang bagi klub untuk mendapatkan dana dari publik. Dan publik sendiri mendapatkan manfaat finansial darinya.

Peluang Besar Lainnya

Begitu besarnya peluang sepak bola dan aset kripto, saya membayangkan perluasan fungsinya sangat beragam.

Misalnya aset kripto bisa digunakan dalam jajak pendapat (vote) oleh penggemar soal posisi sejumlah pemain di lapangan. Nilai jajak pendapat itu adalah misalnya BAR untuk barcelona.

Atau bisa juga, lewat aset kripto itu, semua data statistik para pemain disimpan di blockchain. Dan itu memang bersifat kekal.

Itu bisa memuat data kekuatan, kecepatan, kecerdasan dan kelemahan setiap pemain.

Agar lebih presisi, Big Data berkekuatan kecerdasan buatan yang memainkan perannya. Hasilnya adalah sistem akan menyarankan pemain mana saja yang layak ditransfer atau menentukan posisi pemain di lapangan.

Dengan demikian, peran dan jumlah agen nakal menjadi berkurang, termasuk mungkin pelatih.

Dari sanalah tercipta klub sepak bola dengan komposisi pemain terbaik tanpa tanding. [ps]

Protected with blockchain timestamps

Panda Siagianhttps://www.hariankripto.id/
Menekuni dunia blockchain dan kripto sejak 2017. Tertarik mendorong penggunaan bockchain untuk demokrasi, kemanusiaan dan lingkungan hidup. Bisa dihubungi melalui email: harian.kripto.id@gmail.com

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }