Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Mantan Menkeu: Bitcoin Tidak Bisa Gantikan Uang Fiat

Perdebatan dan perbedaan pandangan terhadap peran Bitcoin (BTC) di tengah ekosistem uang fiat terus terjadi dalam perkembangan kripto utama ini saat menjadi aset digital yang tengah diupayakan untuk diadopsi.

Bitcoin Tidak Bisa Gantikan Fiat

Bitcoin banyak digadang akan memiliki peran penting di sektor keuangan di masa depan oleh para analis dan pengamat.

Tentu saja, ini meraup banyak sekali pandangan pro kontra yang tentu biasa terjadi disetiap adanya perkembangan baru dari industri kripto.

Yanis Varoufakis, mantan menteri keuangan Yunani, hadir sebagai yang terbaru untuk menyikapi peran BTC dalam keberadaan uang fiat dengan mengatakan bahwa Bitcoin dan mata uang kripto lainnya tidak dapat dan tidak boleh menggantikan mata uang fiat.

Fiat money adalah uang yang diterbitkan dan dikendalikan oleh negara lewat bank sentral dan kementerian keuangan sebuah negara.

Diketahui, Yanis juga mendukung narasi popular, bahwa negara harus bertujuan mengadopsi blockchain, namun dengan tetap menghindari penggunaan BTC karena baginya, kripto utama ini telah menciptakan semacam feodalisme oleh para pengguna awalnya.

Yanis bukanlah seorang penggemar Bitcoin, sehingga ia selalu terlihat condong untuk ‘menyerang’ BTC dalam wawancaranya dengan media portal berita lokal.

“Misalkan dengan tongkat ajaib Bitcoin menggantikan uang kertas. Ini akan menjadi bencana. Kita semua akan berada di jalan yang sangat lurus sekarang. Apa yang akan terjadi ketika kita memiliki pandemi, dan Anda perlu meningkatkan jumlah uang beredar? Anda tidak dapat meningkatkan pasokan Bitcoin karena pasokannya tetap,” kata Yanis, dilansir dari CryptoPotato, Senin (28/6/2021).

Tentu saja, Yanis terdengar sangat konyol di sini, karena dalam pandangan para analis dan pelaku pasar investasi terkemuka lainnya, sebut saja Paul Tudor Jones III, Stan Druckenmiller, dan Bill Mille, justru mengatakan pasokan tetap dari Bitcoin-lah yang membuat mereka berinvestasi ke kripto utama ini.

Blockchain Bukan BTC

Meski dirinya menolak BTC dengan keras, namun Yanis memiliki pandangan yang positif terhadap teknologi blockchain.

“Ketika saya pertama kali melihat kode blockchain, saya berpikir, Ya Tuhan, ini benar-benar brilian. Buku besar terdesentralisasi yang memungkinkan catatan lengkap dan transparansi penuh sambil menjaga anonimitas dalam transaksi. Itu adalah bagian dari kecemerlangan,” kata Yanis.

Katakanlah, meskipun nantinya Bitcoin tidak menggantikan mata uang fiat, tapi banyak diyakini oleh para penggemarnya bahwa BTC akan berdampingan dengannya karena saat ini, ada hal-hal tertentu yang jauh lebih baik diselesaikan dengan kripto dibandingkan fiat, sebut saja pengiriman uang antar negara.

Dengan kripto, pengiriman semacam ini akan menghasilkan biaya yang lebih rendah dibandingkan fiat, dan juga pengiriman lebih cepat terselesaikan. Dari sini saya melihat, dalam jangka panjang, posisi BTC di tengah masyarakat masihlah terlihat potensial dan menjanjikan. Bagaimana menurut Anda? [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }