Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Mantan CEO Tokoin Bantah Telah Menipu dan Gelapkan Dana Investor

Kasus yang diduga sebagai penipuan yang melibatkan CEO Tokoin semakin memanas. Kali ini, sang CEO telah membantah melakukan penipuan seperti yang dilaporkan para investornya.

CEO Tokoin dan Kasus Penipuan

Reiner Rahardja, CEO dari Tokoin, telah membantah tudingan yang disematkan terhadap dirinya perihal penggelapan dana investor.

Kabarnya, dana investor tersebut akan digunakan untuk pembelian kripto. Dalam tudingan, dikatakan bahwa dana telah mencapai Rp3,8 milyar.

“Tidak ada penipuan, penggelapan, semua dana untuk kerjasama memang akan dikembalikan penuh.. Faktanya, bulan Juni ini sudah ada dana yang dikembalikan. Lantas di mana penipuannya?, kata Reiner, dilansir dari Tempo, Sabtu (17/7/2021).

Reiner pun menjelaskan, perseteruan dengan para investor ini disebabkan oleh pandemi dan COVID-19 yang melanda keluarganya.

Karena hal tersebutlah, seluruh kegiatannya menjadi terhenti sementara.

Ia pun berjanji akan tetap berkomitmen mengembalikan sisa uang para investornya dan meminta tambahan waktu.

Namun, menurut para investor, dari Rp5,9 milyar dana investasi, baru 35 persen saja yang dikembalikan dan sisanya masih belum jelas nasibnya.

Investor memang telah mengancam Reiner dengan akan menempuh jalur hukum untuk meminta uang mereka kembali.

Mereka pun mengambil tindakan seperti ini karena telah kehabisan kesabaran dengan menunggu satu tahun lamanya.

“Klien-klien sudah berusaha menawarkan jalan musyawarah sebagai solusi atas masalah ini kepada Reiner. Namun, pertemuan antara pelapor dengan Reiner beserta kuasa hukumnya tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya 26 orang itu melaporkan Reiner ke Mabes Polri pada Selasa lalu dengan tuduhan penggelapan investasi koin kripto, kata Sendi Sanjaya, Penasihat Hukum para investor.

Investasi Kapal Ikan

Tidak hanya masalah investasi kripto, Reiner pun belum lama ini telah dilaporkan ke polisi oleh delapan investor lainnya dengan tuduhan penggelapan dana investasi kapal ikan.

Dalam laporan ini, investor diketahui mengalami kerugian sebesar Rp3 milyar.

Saat ini, polisi masih terus menyelidiki apakah Reiner benar-benar seperti yang ditudingkan atau tidak.

Jika Reiner terbukti bersalah, maka ini dapat menjadi salah satu kasus penipuan kripto terbesar di Indonesia. Diharapkan, kedepannya tidak akan terjadi lagi hal seperti ini yang tentu akan mencoreng citra kripto di mata masyarakat kita. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }