Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Lightning Network Bitcoin Capai ATH Baru, BTC Segera Jadi Alat Tukar

Kapasitas Lightning Network (LN) dari Solusi Lapisan 2 (layer 2 solution) jaringan Bitcoin baru saja mencapai all-time high (ATH). Jaringan yang dirancang untuk memecahkan masalah skalabilitas kripto ini telah mengalami pertumbuhan parabolic sejak awal 2021.

Jika momentum pertumbuhan LN terus melaju maka harapan tentang ‘narasi’ Bitcoin tercapai dalam waktu dekat. Cepat atau lambat BTC segera hadir menjadi alat tukar.

Glassnode Rilis Lima Indikator Jaringan Bitcoin

Sejak 23 September, Glassnode, sebagai penyedia data on-chain popular, telah merilis 5 indikator baru. Mereka memungkinkan pengguna bisa memantau stabilitas jaringan secara real time.

Atas capaian itu, Anda sebagai pengguna kini dapat melihat tidak hanya kapasitas Lightning Network, tetapi juga jumlah node dan salurannya yang mencapai rekor tertinggi.

Pertumbuhan 161 Persen dari ATH Jaringan BTC

Solusi Lapisan 2 diketahui paling popular untuk Bitcoin, Lightning Network-nya, baru saja mencapai kapasitas tertinggi sepanjang masa.

Menurut data dari Glassnode, kemarin nilai Bitcoin yang dikunci di LN mencapai 2.738 BTC. Ini setara dengan sekitar US$116,3 juta.

Salah satu analis Glassnode, @TXMCtrades memposting grafik pencapaian itu di Twitter, kemarin. Grafik itu menunjukkan pertumbuhan parabola Lightning Network pada tahun 2021yang meningkat sebesar 161 persen sejak Januari awal tahun.

Padahal, saat itu, jumlah Bitcoin yang diblokir hanya lebih dari 1.000 BTC.

Seorang analis on-chain populer lainnya, @WClementeIII menunjukkan grafik yang tak jauh beda.

Dalam cuitannya kemarin, dia bilang telah menyaksikan dua kenaikan harian terbesar dari kapasitas LN yang pernah ada.

Dalam pandangannya, peningkatan besar dalam utilitas dan kapasitas jaringan Lapisan 2 ini adalah cara bagi Bitcoin untuk memenuhi fungsinya sebagai alat tukar.

“Pertumbuhan ini sangat penting bagi BTC untuk pada akhirnya melakukan transisi dari terutama sebagai penyimpan nilai menjadi media pertukaran,” tulis @WClementeIII.

Apa Itu Lightning Network?

Lalu apa sebenarnya yang dinamakan Lightning Network? LN adalah teknologi Lapisan 2 untuk Bitcoin yang bertujuan untuk menskalakan transaksi dengan lebih efisien.

Transfer BTC di dalam LN terjadi di luar rantai (di luar blockchain) sehingga lebih cepat, lebih murah, dan lebih mudah dikonfirmasi.

Dengan cara ini, Lapisan 2 dirancang untuk mengurangi kepadatan jaringan utama dan mengurangi biaya transaksi.

Diuraikan secara resmi pada tahun 2015 oleh Joseph Poon dan Thaddeus Dryja, LN masih dalam pengembangan.

Bahwa, untuk memungkinkan Bitcoin mencapai fungsi aslinya sebagai uang tunai untuk pertukaran langsung antar pengguna (peer-to-peer), kripto nomor wahid ini perlu mencapai puluhan atau ratusan ribu transaksi per detik. Skalanya kira-kira sebagaimana kartu kredit dan sistem pembayaran konvensional.

LN membantu memecahkan masalah penskalaan dengan membuat Layer 2 pada blockchain Bitcoin utama. Lapisan ini berisi node sendiri dan saluran pembayaran antara pengguna.

Transaksi hanya diperbarui di blockchain utama ketika kedua belah pihak membuka dan menutup saluran. Selama saluran tetap terbuka, dimungkinkan untuk mentransfer BTC antar pengguna tanpa melibatkan jaringan utama.

Pendekatan ini mempercepat transaksi dan mengurangi biaya mereka.

Indikator Baru Percepat Sistem Peer-to-peer

Rekor tertinggi dalam kapasitas Lightning Network bertepatan dengan pengumuman oleh Glassnode tentang peluncuran 5 indikator baru, kemarin.

Semua berkaitan dengan kinerja LN terperinci, di antaranya, kapasitas total, rata-rata median ukuran saluran, node LN dan jumlah saluran.

Selain kapasitas LN, dua indikator terakhir juga patut diperhatikan. Baik jumlah node dan saluran saat ini berada di ATH. Terlepas dari koreksi harga BTC, kedua indikator tersebut meningkat secara dinamis selama sebulan terakhir.

  • Jumlah node LN saat ini mencapai 15.801
  • Sedangkan jumlah kanal LN saat ini sebanyak 72.600.

Kedua indikator mengkonfirmasi pertumbuhan organik yang sehat dari jaringan Layer 2. Mereka adalah indikator tambahan dari meningkatnya adopsi BTC dan penggunaan Bitcoin sebagai alat tukar.

Selebihnya, aset kripto ini pastinya tidak akan diperlakukan hanya sebagai emas digital, tapi cara baru yang lebih baik untuk menyimpan ‘nilai’.

Dan akhirnya, visi pencipta jaringan Bitcoin, Satoshi Nakamoto akan menjadi kenyataan dan bahwa BTC menjadi ‘sistem uang elektronik peer-to-peer’ sepenuhnya, yang beroperasi dengan kecepatan kilat. [ba]

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }