Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Legalisasi Bitcoin: Setelah El Salvador, Menyusul India

Setelah El Salvador, kini legalisasi Bitcoin ‘menular’ ke India. Negara berpenduduk 1,4 milyar jiwa ini tentu akan memberikan pembeda, bandingkan dengan El Salvador yang hanya berpenduduk 6,5 juta saja. Berbeda dengan sikap sebelumnya, kini otoritas keuangan negara itu, Securities and Exchange Board of India (SEBI), memulai pembicaraan terkait pengakuan the mother of crypto itu.

Secara geo-ekonomi politik, India memiliki posisi sangat menentukan dalam dunia perkriptoan ini.

Dengan penduduk terbesar kedua di dunia, India memiliki Produksi Domestik Bruto mencapai US$3 triliun, setara peringkat ke-6 dunia, atau peringat ke-3 Asia setelah Tiongkok dan Jepang.

Agenda Otoritas India terkait Bitcoin

Sejak lama pemerintah India terkenal ‘sensi’ dengan uang kripto. Tahun 2018, Bank Sentral India sempat mengeluarkan surat edaran supaya seluruh bank di wilayahnya menolak uang kripto. Namun warga India  tidak bergeming, penggunaan peer to peer money itu berjalan terus.

Pemerintah India melirik uang kripto ketika pada awal Mei lalu, Vitalik Buterin, pendiri Ethereum, memberikan donasi setara US$1 milyar dalam bentuk uang kripto Shiba Inu. Sejak saat itu, kelihatannya pemerintah India luluh, dan agenda membahas uang kripto kembali mewarnai meja politik negeri Bollywood itu.

Indian Express melaporkan pemerintah telah menarik keputusan pelarangan Bitcoin, dan sedang membahas klasifikasi yang tepat dalam nomenklatur aset berharga negara itu.

Pelaku pasar kripto di India juga dilaporkan telah berbicara dengan kementerian keuangan yang hasilnya para pelaku pasar akan membantu pemerintah untuk merumuskan regulasi yang tepat. Di level kementerian itu, sebuah panel ahli telah terbentuk untuk melakukan studi yang dibutuhkan.

Media yang sama juga menyebutkan bahwa draf peraturan menjadi usulan eksekutif. Pihak eksekutif akan membawa draf peraturan itu ke Parlemen India untuk mendapatkan pengesahan antara Juli hingga September 2021

Berbagai pihak di India memperkirakan India akan memposisikan uang kripto sebagai aset berharga digital, sebagaimana di Indonesia.

Artinya kripto di India bukanlah legal tender seperti di El Salvador melainkan produk investasi berjangka komoditi.

Namun, tetap saja pengakuan itu sangat memberikan sentimen positif terhadap pasar.

Dampaknya Terhadap Pasar Kripto

Secara teknikal, analisis Harian Kripto menunjukkan masih terjadinya potensi koreksi dalam beberapa pekan ke depan.

Begitupun, potensi koreksi ini bisa berubah bullish jika terjadi perluasan rekognisi agenda, politik dan regulasi seperti yang terjadi di El Salvador dan India.

Secara relatif, kehadiran berita positif dari India ini akan mempercepat pemulihan pasar kripto dunia. [ps]

Protected with blockchain timestamps

Panda Siagianhttps://www.hariankripto.id/
Menekuni dunia blockchain dan kripto sejak 2017. Tertarik mendorong penggunaan bockchain untuk demokrasi, kemanusiaan dan lingkungan hidup. Bisa dihubungi melalui email: harian.kripto.id@gmail.com

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }