Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Langgar Peraturan Kripto, Robinhood Didenda Rp145 Milyar

Robinhood, aplikasi perdagangan popular AS, telah dikenakan denda sebesar US$10 juta atau sekitar Rp145 milyar, karena divisi khusus kriptonya telah melanggar peraturan yang ditetapkan oleh regulator New York, Amerika Serikat.

Robinhood Terkena Denda 

Robinhood, platform yang menjadi sangat terkenal karena insiden saham GameStop baru-baru ini pun telah menarik mata media karena unit kripto-nya, Robinhood Crypto, diduga telah melakukan pelanggaran aturan.

Saat Dogecoin (DOGE) tengah mendapat perhatian kuat pasar dan mencetak harga tertinggi sepanjang masa (ATH) baru, karena cuitan CEO Tesla, Elon Musk, volume perdagangan token meme ini telah melonjak tajam di Robinhood.

Pada saat itulah, Robinhood Crypto mengalami beberapa gangguan teknis dan juga menghentikan deposit kripto. Pengguna pun secara khusus dilarang memperdagangkan DOGE pada beberapa kesempatan.

Namun, langkah ini ternyata menarik perhatian regulator dan platform ini dikenai denda sebesar US$70 juta untuk pemadaman teknis dan kesalahan langkah yang terkait dengan perdagangan options.

Selain itu, platform ini pun kemungkinan akan menghadapi pedoman keamanan siber yang lebih ketat agar tidak terulang lagi hal semacam itu. Ini tentu berpotensi menyebabkan kerugian bagi para pengguna.

“Kekurangan tertentu dalam kebijakan dan prosedur kami terkait penilaian risiko, kurangnya respons insiden yang memadai dan rencana kelangsungan bisnis, dan kekurangan dalam keamanan pengembangan aplikasi kami,” kata Robinhood kepada SEC, dilansir dari Coingape, Rabu (7/7/2021).

Di sisi lain, Robinhood sebelumnya telah memperingatkan pengguna tentang ancaman serangan siber dan menginformasikan bahwa sistem inti mungkin terpengaruh, sehingga ini telah membuat perusahaan diawasi oleh SEC dan juga otoritas lainnya di New York.

Volatilitas Pasar Kripto

Memang, bagi penyedia layanan yang belum lama berkecimpung di dunia kripto, pasti biasanya akan mengambil langkah semacam ini, karena lonjakan harga dan volatilitas telah menciptakan beban berlebih bagi mereka, sehingga keputusan sepihak adalah sebuah pilihan yang menurut mereka layak untuk diambil.

Tetapi, tentu saja ini akan merugikan para pengguna yang berharap dapat keluar lebih awal di saat pasar berjalan liar, sehingga kedepannya diharapkan, semua penyedia layanan perdagangan kripto akan lebih memprioritaskan skema semacam ini yang akan berdampak pada kepercayaan ritel. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }