Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Lagi Diskon, MicroStrategy Serok Bitcoin Lagi, Setara Rp7 Triliun

Selagi diskon besar-besaran, MicroStrategy menyerok Bitcoin lagi. Kali ini nilainya US$489 juta (Rp7 triliun). Dengan demikian perusahaan publik itu punya 105.085 BTC.

Dengan Bitcoin sebanyak itu, MicroStrategy terus menduduki peringkat pertama sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbanyak di dunia. Di bawahnya adalah Tesla, pimpinan Elon Musk.

“Kami mengumumkan telah membeli Bitcoin sekitar 13.005 BTC senilai US$489 juta di harga rata-rata sekitar US$37.617 per BTC,” terang perusahaan dalam keterangan resminya, Senin (21/6/2021).

Perusahaan menerangkan dengan pembelian itu, maka perusahaan kini memiliki total Bitcoin sebanyak 105.085 BTC yang tetap menjadi bagian dari neraca keuangannya.

MicroStrategy juga memastikan, bahwa anak perusahaannya, yakni “MacroStrategy” punya 92.079 BTC dari 105.085 BTC itu.

Sebelumnya pada pekan lalu, perusahaan mengumumkan sukses menjual surat utang mereka senilai US$500 juta untuk membeli Bitcoin. Kemungkinan besar, pembelian Bitcoin terbaru berasal dari dana itu.

Pekan lalu, perusahaan juga mengumumkan akan menjual saham senilai US$1 milyar. Hasilnya akan dibelikan Bitcoin juga. Tapi ini belum diumumkan kapan akan dibelikan BTC.

MicroStrategy Ingin Beli Bitcoin Lagi, US$1 Milyar!

Pengumuman pembelian Bitcoin itu tiba ketika pasar kripto masih berdarah-darah. Pasca pembelian, harga kripto itu malah terus turun di bawah US$32 ribu per BTC. Aksi jual memang masih terus terjadi.

Harga Bitcoin sendiri ketika artikel ini disusun, diperdagangkan di kisaran US$32.600, terus mengalami “diskon”.

Sedangkan Ether (ETH) tergelincir di bawah US$2.000 untuk pertama kalinya sejak akhir Mei 2021.

Kapitalisasi pasar kripto pun sempat turun lebih dari 5 persen dalam periode perdagangan 24 jam terakhir dan saat ini mencapai US$1,37 triliun.

Namun, sejumlah analis masih yakin, koreksi ini akan cepat berakhir dan masih on-the-track menuju 100 ribu per BTC pada akhir tahun ini.

Parah, Bro! Tambang Bitcoin di Sichuan Mulai Padam!

Penurunan harga pada Senin bertepatan dengan kabar dari Tiongkok yang menegaskan larangan mereka, bahwa semua perusahaan penyedia jasa keuangan dilarang membuka layanan terkait aset kripto.

Penambang Bitcoin di sejumlah provinsi pun sudah mulai memadamkan aktivitas mereka dan sebagian siap angkat kaki dari negeri itu. Penambang Bitcoin di Inner Mongolia, Xinjiang, Yunnan dan Sichuan adalah sejumlah provinsi yang terkena larangan itu. [nic]

Protected with blockchain timestamps

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }