Pertanda Awal Kehancuran, Budaya Belanja FTX yang Tidak Terkendali

- Kamis, 1 Desember 2022 | 03:27 WIB
FTX telah diketahui dari laporan pengadilan kepailitan memiliki budaya belanja kantor yang tidak terkendali. (freepic.diller)
FTX telah diketahui dari laporan pengadilan kepailitan memiliki budaya belanja kantor yang tidak terkendali. (freepic.diller)

HarianKripto.id - Sebelum keruntuhan FTX yang epik, Sam Bankman-Fried's dan lingkaran para pendiri menghadiahi diri mereka sendiri dan para karyawan dengan fasilitas mewah.

Salah satu pengeluaran yang tidak terkendali adalah semasa relokasi markas FTX ke Bahama. Mengetahui bahwa Amazon tidak melakukan pengiriman ke wilayah ini, diputuskan untuk membuat kesepakatan tertutup dengan sebuah maskapai penerbangan untuk secara khusus mengirimkan pesanan apa pun yang diminta oleh pihak FTX.

Hanya melalui wawancara dengan mantan karyawan FTX, gambaran tentang penggunaan dana yang tidak bertanggung jawab, seperti layanan pos udara pribadi oleh perusahaan Sam Bankman-Fried ini terungkap ke masyarakat umum.

Baca Juga: Google Menginvestasikan ,506 Miliar di Perusahaan Blockchain, Perusahaan Apakah Itu?

Sebelum kebangkrutan, di mata publik, Sam Bankman-Fried menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang rendah hati dengan menjanjikan miliaran untuk disumbangkan semasa hidupnya kelak. Pada kenyataannya itu hanyalah fasad belaka, menyembunyikan publik dari semua perilaku dan keputusan yang menghambur-hamburkan uangnya.

Pengeluaran tak terkendali yang mengambil alih seluruh lingkungan kerja, mulai dari level karyawan mereka hingga lingkaran eksekutif senior yang menghabiskan jutaan dolar untuk berpergian, menandatangani kesepakatan sponsor dunia olahraga hingga pembelian rumah mewah.

Dalam kasus kebangkrutan di pengadilan kepailitan Delaware, terungkap kurangnya instrumen pengendali internal yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan finansial dengan dana besar akan berujung pada pengeluaran yang tidak dapat diperhitungkan secara bertanggung jawab.

Baca Juga: Kripto Ilegal, Apa Benar?

“Ini adalah cerita sekumpulan anak-anak yang memimpin anak-anak,” kata seorang mantan karyawan. "Keseluruhan jalannya perusahaan penuh dengan pemborosan, akan tetapi disaat sama membuat takjub," imbuh mereka. “Saya belum pernah menyaksikan begitu banyak uang dalam hidup saya. Saya rasa tidak ada yang siapapun yang pernah, termasuk SBF sekalipun.”

Pengeluaran internal yang tidak bertanggung jawab meresap ke dalam strategi pengembangan bisnis mereka yang salah satunya mencakup mengamankan hak penamaan stadion bola basket kota Miami. Kesepakatan yang menelan biaya $ 135 juta.

Sementara tim manajemen senior sibuk dengan kesepakatan besar mereka di Miami, beberapa merasa bahwa hal tersebut tidak akan mendatangkan klien baru dan tidak akan berdampak signifikan ke perusahaan. "Mereka tidak memperhatikan besaran pengembalian investasi yang akan di dapatkan. Tidak ada usaha memikirkan langkah tindak lanjut setelah kesepakatan ditanda tangani," kata seorang mantan karyawan yang terlibat dalam departemen pemasaran.

Baca Juga: Litihium Finance Melangsungkan Beta Mainnet di Jaringan Polygon

Bankman-Fried dan para eksekutif senior perusahaan seringkali mengabaikan kekhawatiran dari karyawan mereka yang mempunyai pengalaman pemasaran, menandatangani secara sepihak pembelanjaan ratusan juta hanya untuk kegiatan sponsor.

"Semua menjadi tidak masuk akal," kata karyawan itu. “Jika Sam berkata OK, maka jadilah. Terlepas dari jumlahnya.”

"Saya tidak pernah melihat kasus kegagalan total akan tidak adanya sama sekali usaha mengatur pengeluaran perusahaan.", ungkap eksekutif FTX yang baru diangkat, John Ray.

Baca Juga: PlayStation Masuk Dunia Pasar Game NFT

Bisnis dioperasikan tanpa memiliki instrumen pengendali keuangan yang sesuai untuk mengelola keuangan perusahaan. John Ray selanjutnya menambahkan bahwa perusahaan telah menggunakan dananya untuk membeli barang-barang pribadi dan rumah untuk para karyawan dan penasihat FTX.

“Nampak tidak ada dokumentasi untuk beberapa transaksi ini dan beberapa pembelian properti tertentu dicatat atas nama pribadi para karyawan dan penasihat ini.” tambah Ray.

Carut marut perusahaan ini hanya dapat diketahui publik dari laporan pengadilan kepailitan. Dimana disebutkan karyawan FTX mengajukan permintaan pembayaran untuk gaji dan berbagai pengeluaran hanya melalui obrolan online di mana para supervisor menyetujuinya dengan menggunakan emoji.

Baca Juga: Jangan Keliru! Ini Perbedaan Koin dan Token dalam Aset Kripto

Temuan penyalahgunaan dana terus meluas di mana ditemukan pinjaman yang fantastis diberikan kepada eksekutif mereka. Alameda Research meminjamkan $1 miliar kepada Bankman-Fried sendiri, $543 juta kepada Nishad Singh, kepala bagian teknik, dan $55 juta kepada Ryan Salame, co-chief executive FTX Digital Markets.

Editor: Tirta Ian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

JUSTIN SUN VS SEC

Sabtu, 25 Maret 2023 | 22:25 WIB

Koin Crypto AI Melonjak Mengikuti Tren ChatGPT

Rabu, 15 Februari 2023 | 22:06 WIB

Apa Arti Crackdown Kraken untuk Staking Ethereum?

Sabtu, 11 Februari 2023 | 21:05 WIB

Elon Musk Ingin Mc Donald Bisa Dibayar Pakai Dogecoin

Minggu, 5 Februari 2023 | 23:17 WIB
X