Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Kripto Kian Panas, Citigroup Ajukan Perdagangan Bitcoin Berjangka

Citigroup Inc kini sedang menunggu aturan persetujuan untuk memulai menawarkan perdagangan berjangka (futures) Bitcoin kepada kliennya.

Mereka sedang mempertimbangkan menawarkannya dalam perdagangan berjangka Bitcoin dan altcoin lainnya.

Citigroup dan Bitcoin Berjangka 

Dalam laporannya, Bloomberg menyebutkan bahwa klien mereka semakin tertarik dengan fitur tersebut sehingga akhirnya mereka harus terus memantau perkembangan ini.

Mengingat banyaknya pertanyaan seputar kerangka aturan, ekspektasi pengawasan, dan faktor lainnya, pihaknya mengaku sangat fokus memikirkannya.

“Kami saat ini sedang mempertimbangkan produk seperti futures untuk beberapa klien, apalagi ini beroperasi di bawah kerangka peraturan yang kuat,” kata mereka dilansir, Kamis (26/8/2021) dari Bitcoin.com.

Tahap demi tahap bank ini mulai terus berbenah. Mei lalu Citigroup sedang mempertimbangkan meluncurkan layanan kripto setelah melihat akumulasi minat Bitcoin dari customers.

Akhir Mei, CEO Citigroup Jane Fraser memberikan kesaksiannya tentang kripto di hadapan komite perbankan Senat.

Dia menyatakan bahwa Citigroup mengambil pendekatan terukur untuk kripto karena bank berusaha memahami perubahan dalam ruang aset digital dan penggunaan teknologi distribusi ledger, termasuk permintaan dan minat klien, perkembangan peraturan dan kemajuan teknologi.

Pada bulan Juni, laporan mencatat bank telah membentuk grup aset digital di dalam unit manajemen kekayaannya.

Apa itu Bursa Kripto Berjangka?

Sebagai informasi, bursa berjangka masuk dalam ketegori derivative market. Di situ aset yang diperdagangkan bukanlah produk asli/fisiknya, melainkan kontrak atas produk itu.

Maka nilai perdagangannya disebut turunan (derivative) dari pasar fisik alias spot market (langsung-satu arah).

Dengan kata lain, underlying asset dari produk di bursa berjangka adalah dinamika harga di spot market.

Misalnya dalam perdagangan kontrak berjangka minyak sawit, trader bukan menjual-beli minyak sawitnya, melainkan kontrak perdagangan atas nilainya.

Disebut kontrak, karena ada semacam batasan, aturan-aturan tertentu, mulai dari jangka waktu antara pembelian dan penjualan hingga batas atas dan batas bawah harga.

Anda yang terbiasa berdagang di bursa berjangka di Binance ataupun Bityard pasti sudah terbiasa dengan itu. Seperti adanya fitur leverage-nya.

Nah, di bursa berjangka di Indonesia juga begitu, berlaku mekanisme leverage, sehingga margin (modal dagang) Anda “didongkrak” hingga berlipat-lipat.

Ketika harga di spot market naik atau turun tipis, dan analisis Anda sebelumnya benar, maka Anda mendapatkan keuntungan darinya.

Namun, kalau meleset Anda hanya rugi dari margin yang Anda gunakan.

Jadi, di bursa berjangka berlaku dua arah, ketika harga turun pun, Anda masih bisa membukukan laba, asalkan analisisnya selaras dan tak lupa soal money management-nya.

Bursa seperti ini sudah amat populer di Indonesia, menggunakan pasar lain dari luar negeri. Tidak sedikit pula rekan-rekan muda mendulang untung di sana.

Beda dengan Spot Market

Pasar kontrak berjangka berbeda dengan spot market. Di bursa seperti itu, bukan aset aslinya yang diperdagangkan, melainkan kontrak yang ditentukan oleh platform.

Trader melakukan analisis apakah harga dalam tren naik atau turun. Jika sudah yakin, maka trader melakukan posisi misalnya LONG atau SHORT.

LONG berarti harga kemungkinan besar naik dan SHORT kemungkinan besar harga turun.

Jikalau sesuai dengan analisis, maka trader bisa membukukan keuntungan ratusan persen, walaupun harga asli aset itu hanya bergerak tipis.

Hanya saja, jika harga berbalik arah, tidak sesuai dengan analisis kita, maka siap-siap saja merugi hingga 90 persen dari margin.

Tapi, ini bisa ditanggulangi dengan terlebih dahulu mengatur stop-loss dalam trading. Ini adalah batasan di titik mana kita menutup transaksi apabila mengalami kerugian.

Artinya, trader bisa memasang posisi di dua arah sekaligus. Fitur inilah yang tidak dimiliki oleh spot market.

Hal ini dimungkinkan, karena di bursa berjangka berlaku fitur leverage hingga puluhan kali terhadap margin yang ditentukan oleh trader.

Sebagaimana disebutkan trader profesional asal Indonesia dan pengelola komunitas Young Rich Crypto, Rifki tak menampik perdagangan di bursa berjangka banyak menarik minat anak muda Indonesia.

Pasalnya, melakukan analisis teknikal saat ini tidaklah terlalu sulit seperti di masa lampau. Dan lagi, modal yang diperlukan tidak terlalu besar jikalau dibandingkan membeli aset di spot market.

“Saya melihat masa depan yang jelas di aset kripto. Peluangnya sangat besar untuk memperoleh pendapatan alternatif. Kendati berisiko tinggi, semua strategi bisa menanggulangi itu,” kata Rifki, sebagaimana dilansir dari Blockchainmedia.id. [ba]

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }