Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Kota di Tiongkok Pakai Blockchain untuk Tekan Emisi Karbon

Meski masih menentang kripto, Tiongkok rupanya tetap membuka tangan untuk pengembangan dan penggunaan teknologi blockchain. Terbaru, negeri panda ini telah meluncurkan blockchain untuk menekan emisi karbon.

Blockchain Masih Dilirik

Berdasarkan laporan dari Forkas, Jumat (24/9/2021), blockhain tersebut telah dibangun oleh Beijing Zhongdian Puhua Information Technology Co. Ltd., anak perusahaan dari State Grid.

Jelasnya, blockchain ini akan bekerja untuk melacak dan merekam jejak emisi karbon. Nantinya, data tersebut akan diberikan ke lembaga penghitungan karbon pihak ketiga, pemerintah dan individu untuk pertanyaan dan izin resmi.

Tiongkok Kebut Visi Bebas Emisi Karbon 2060

Tentu saja, langkah ini telah mengikuti usulan dari Presiden Tiongkok, Xi Jinping, untuk memenuhi tujuan netralitas karbon pada tahun 2020 lalu.

Pada saat itu, kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Xi mengatakan bahwa Tiongkok akan meningkatkan target emisi sukarela di bawah perjanjian iklim Paris.

Hal tersebut bertujuan untuk mencapai emisi puncak sebelum 2030 dan untuk mencapai netralitas karbon sebelum 2060.

“Perjanjian Paris … menguraikan langkah-langkah minimum yang harus diambil untuk melindungi Bumi, tanah air kita bersama dan semua negara harus mengambil langkah tegas untuk menghormati perjanjian ini,” kata Xi, dilansir dari SCMP, Rabu (23/9/2020).

Punya Bursa Emisi Karbon Sendiri

Juli lalu, Tiongkok telah meresmikan dan  meluncurkan bursa emisi karbon nasional. Bursa ini memiliki dua pusat, yaitu di Wuhan dan Shanghai.

Wuhan, Hubei bertanggung jawab atas pembangunan sistem pendaftaran dan penyelesaian dan pembangunan lembaga pendaftaran dan penyelesaian karbon nasional.

Sedangkan, Shanghai akan bertanggung jawab atas pembangunan sistem perdagangan dan melakukan pembangunan lembaga perdagangan karbon nasional.

Bursa ini akan memungkinkan 2.225 pembangkit listrik untuk memperdagangkan kuota emisi karbon sebagai tahap awal mempromosikan perdagangan karbon di seluruh penjuru negeri tirai bambu tersebut.

Dalam pandangan Tiongkok, blockchain dapat menjadi infrastruktur penting untuk perdagangan dan bursa emisi karbon.

Tianjin telah mulai merangkul teknologi ini dengan mengumumkan penggunaan blockchain Alibaba yang disebut “Ant Chain” untuk melacak emisi karbon untuk perdagangan.

Dan sebagai dampak dari gerakan pengurangan emisi, Tiongkok telah memutuskan untuk melarang adanya penambangan kripto di negara tersebut. Ini telah menjadi pemicu utama keruntuhan pasar kripto pada pertengahan Mei lalu. [st]

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }