Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Kejahatan Terkait Kripto Meningkat, Kenapa Ya?

Di setiap peluang baru di dunia keuangan, tentu kerap menyedot minat para pelaku kejahatan untuk ambil bagian di dalamnya. Meski pada tahun 2020 dikabarkan telah terjadi penurunan pada angka kejahatan terkait kripto, tetapi rupanya angka tersebut kembali naik dalam waktu 6 bulan terakhir, atau sejak awal tahun ini, di saat pasar kripto kembali meroket. Kenapa ya?

Kejahatan Terkait Kripto Meningkat

Berdasarkan laporan dari Daily Hodl, kejahatan dan serangan di dunia maya ikut melonjak seiring kenaikan pada pasar kripto.

Laporan ini dikeluarkan oleh perusahaan keamanan digital, Barracuda Networks, yang telah menyaksikan lonjakan kuat dalam jumlah serangan siber dalam kurun waktu enam bulan, yang menjadi awal dari kebangkitan pasar kripto secara mayoritas.

“Para peneliti Barracuda baru-baru ini menganalisis peniruan identitas phishing dan serangan terhadap email bisnis yang dikirim antara Oktober 2020 dan Mei 2021 dan menemukan bahwa volume serangan terkait mata uang kripto mengikuti kenaikan harga Bitcoin. Harga Bitcoin meningkat hampir 400% antara Oktober 2020 dan April 2021, dan serangan peniruan identitas tumbuh 192% dalam periode waktu yang sama,” kata CTO Barracuda Fleming Shi, dilansir dari Daily Hodl, Selasa (6/7/2021).

Sang CTO ini pun mengatakan bahwa peretas semakin pintar dengan teknik mereka, di mana mereka sering kali menemukan cara untuk meniru dompet kripto atau aplikasi serupa yang memantau rincian informasi login pengguna.

“Peretas menyamar sebagai dompet digital dan aplikasi terkait kripto lainnya dengan peringatan keamanan palsu untuk mencuri informasi login. Di masa lalu, penyerang menyamar sebagai lembaga keuangan yang menargetkan informasi rahasia perbankan Anda. Tetapi sekarang mereka menggunakan taktik yang sama, tapi khusus untuk mencuri Bitcoin yang berharga,” tambah Shi.

Ransomware yang Paling Banyak

Menurut Shi, serangan sekarang lebih banyak berbentuk ransomware, yang akan menguasai perangkat Anda, sehingga data tak dapat diakses normal dan meminta tebusan berupa kripto untuk memulihkannya.

“Jumlah serangan ransomware telah meningkat setiap tahun, tetapi jumlah tebusan yang diminta oleh peretas juga meningkat. Pada 2019, tuntutan tebusan berkisar dari beberapa ribu dolar hingga US$2 juta. Pada pertengahan 2021, sebagian besar permintaan mencapai jutaan, dengan jumlah yang signifikan di atas US$20 juta,” kata CTO tersebut.

Shi pun menyarankan, jika terkena serangan seperti ini, lebih baik jangan dibayar dan bekerjasamalah dengan lembaga penegak hukum untuk menyelesaikan masalah ini.

Untuk menghindari ransomware, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti, dilansir dari Gov-CSIRT Indonesia:

  1. baiknya perangkat Anda selalu dalam versi terbaru dengan melakukan upgrade atau update secara berkala.
  2. Anda harus secara rutin melakukan scanning perangkat Anda dengan anti-virus terbaru.
  3. Waspada terhadap link yang Anda terima, terlebih jika ingin meng-install aplikasi yang bukan berasal dari sumber asli ataupun sumber terpercaya.
  4. Jika Anda menggunakan komputer, selalu aktifkan fitur firewall.
  5. Aktifkan fitur safe browsing pada peramban Anda.
  6. Lalukan back-up file penting secara berkala.

Dengan ini, mudah-mudahan kita dapat terhindar dari segala upaya kejahatan siber yang mengincar aset kripto kita, ataupun data pribadi kita. Be safe ya. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }