Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Kasus Ripple Labs: SEC Minta Waktu Lengkapi Dokumen

Perseteruan antara SEC AS dan Ripple Labs, perusahaan di belakang kripto XRP, kembali menyajikan perkembangan yang patut diamati dengan seksama oleh para pengamat, analis dan investor.

Berdasarkan laporan dari Decrypt, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS telah meminta waktu dua bulan lagi ke Pengadilan New York untuk menyediakan email dan dokumen internal tentang Bitcoin, Ethereum dan XRP.

Kelanjutan Ripple dan SECĀ 

Dalam sebuah surat ke pengadilan, SEC menuliskan bahwa membuat keputusan dengan itikad baik dan hati-hati tentang hak istimewa yang berlaku, seperti yang diperlukan dalam keadaan saat ini, adalah upaya yang sensitif dan memakan waktu.

Seperti yang telah banyak diberitakan, sejak akhir tahun 2020, SEC telah menuduh bahwa perusahaan pembayaran Ripple Labs telah mengumpulkan lebih dari US$1,3 miliar dalam penjualan sekuritas tidak terdaftar yang didapat dari mata uang digital aslinya, XRP, yang tentu saja dibantah dengan keras oleh Ripple.

Setelah itu, pada 15 Maret, Ripple meminta Hakim Sarah Netburn untuk memerintahkan SEC menyerahkan komunikasinya tentang kripto.

Pengacara Ripple Labs berpikir bahwa komisi tersebut dapat berprasangka buruk terhadap kripto dan bukti prasangka dapat membantu Ripple memenangkan kasus ini, klaim para pengacara perusahaan.

Selanjutnya, pada 6 April, Hakim Netburn mengabulkan sebagian besar permintaan Ripple dengan menolak permintaannya untuk mengakses email staf SEC tentang status hukum XRP.

Kemudian pada 4 Juni, Ripple meminta pengadilan untuk memerintahkan SEC untuk memberikan tenggat waktu hingga 18 Juni.

Komisi ini pun mengklaim telah mengumpulkan 25.000 email dan masih meninjau “puluhan ribu” dokumen internal lainnya.

Tetapi harus berbicara dengan mantan karyawannya untuk memahami beberapa dokumen lama sehingga membutuhkan waktu.

Tetapi, pengacara Ripple Labs menginginkan informasi tersebut sebelum 18 Juni, di mana mereka juga menuduh SEC secara sengaja menunda produksi dokumen “sebagai alasan untuk memperpanjang jadwal penemuan.”

Tidak Disamakan dengan BTC dan ETH

“Selama hampir satu dekade, SEC menyaksikan XRP tumbuh dan berkembang, sambil tidak mengeluarkan panduan formal bahwa penjualannya mungkin ilegal,” kata pengacara Ripple dalam pengajuan 15 Maret kepada Hakim Pengadilan Distrik, dilansir dariĀ Decrypt, Minggu (13/6/2021).

Selain itu juga, pengacara Ripple mengatakan bahwa komisi ini justru menyebut penjualan Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH), kripto yang serupa dengan XRP, sebagai penawaran yang bukan sekuritas, sehingga ini terdengar sangat aneh dan tidak konsisten.

Bagaimanapun, hasil dari pertikaian ini akan sangat dinantikan oleh para HODLer XRP dan para pengamat, terutama hasil yang positif bagi Ripple, untuk melepaskan ‘ikatan’ yang menghambat laju kripto ini meski perusahaan tetap mencoba melakukan upaya peningkatan dari sisi adopsi dan kerjasama dengan perusahaan besar. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }