Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Kasus Ponzi Kripto Rusia, Polisi Tetapkan Pendiri sebagai DPO

Kepolisian Rusia mengonfirmasi kelanjutan penyelidikan mereka dalam kasus skema ponzi berbasis kripto yang merugikan investor dengan total US$95 juta.

Kejadian itu terjadi pada bulan Juli lalu, yang mana sekitar 100 investor mengirim pernyataan ke polisi dengan melaporkan sebuah perusahaan keuangan, Finiko terlibat dalam skema ponzi itu.

Pernyataan-pernyataan mereka menyebutkan kerugian finansial jutaan rubel. Bahkan, dilaporkan jumlahnya bisa mencapai 7 miliar rubel setara dengan US$95 juta.

Seperti dilansir dari Beincrypto, Sabtu (14/8/2021), Polisi saat ini sedang mencari tiga pendiri Finiko yang masih buron. Di antaranya, Zygmunt Zygmuntovich, Edward dan Marat Sabirov. Keberadaan mereka hingga saat ini belum diketahui pasti.

Pejabat Rusia pun menempatkan orang-orang itu dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 11 Agustus, lalu.

Polisi Tahan Satu Tersangka Kasus Ponzi 

Meski begitu, polisi menahan rekan pendiri mereka, Kirill Doronin pada 30 Juli lalu. Doronin didakwa melakukan penipuan skala besar sesuai dengan bagian 4 pasal 159 KUHP Federasi Rusia.

Sementara otoritas pengadilan mendengar bahwa Doronin telah memperoleh kewarganegaraan Turki sebelum ditangkap. Ia juga dilaporkan dengan dalih mendirikan perusahaan perdagangan di Turki.

Penyelidikan dan penuntutan terhadap terduga juga mendapat pengajuan petisi agar Doronin ditahan sampai akhir September.

Doronin sendiri meminta tahanan rumah sebagai alternatif. Ia beralasan kondisi istri yang sedang hamil dan sebentar lagi akan melahirkan.

Kasus terhadap Finiko dibuka kembali pada Desember 2020. Sebelumnya, Bank Rusia memasukkan perusahaan tersebut sebagai entitas yang menunjukkan tanda-tanda skema Ponzi pada awal Juli.

Kembangkan Alat Pelacak Dompet Kripto

Dalam laporan terbaru, otoritas pengawas keuangan Rusia kini telah memulai pengembangan alat pelacak cryptocurrency baru mereka.

Alat itu dimaksudkan untuk membantu menindak kejahatan berbasis cryptocurrency di negara ini. Secara khusus, pelacakan menargetkan dompet kripto yang diyakini memiliki hubungan dengan aktivitas ilegal atau pendanaan teroris.

Perangkat lunak ini juga sekaligus memantau pasar kripto untuk menentukan pengguna yang mungkin terlibat dalam aktivitas kriminal.

Pengawas keuangan, Rosfinmonitoring, menyewa kontraktor untuk membangun alat pelacak seharga US$200.000. Perusahaan teknologi informasi utama RCO yang akhirnya memenangkan kontrak tersebut.

Menurut laporan, mereka bakal menangani pelaksanaan pengerjaan pada pembuatan modul untuk memantau dan menganalisis transaksi cryptocurrency menggunakan Bitcoin. [ba]

Protected with blockchain timestamps

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }